Rabu, 20 Juli 2016

C.I.N.T.A

Bicara mengenai cinta, setiap individu memiliki deskripsinya masing-masing. Cinta orang tua kepada anaknya, cinta anak kepada orang tuanya, cinta seseorang pada hobinya, cinta seorang hamba kepada Tuhannya, cinta guru kepada anak didiknya, dan masih banyak cinta jenis lain.

Namun entah mengapa, saat terbesit kata cinta yang terlintas adalah cinta antara pria dan wanita. Cinta yang maknanya luas menjadi sempit, sesempit pikiran seseorang yang jatuh cinta, jiaah... mulai lebay. Karena begitu juga yang saya pikirkan. OK... mari kita bahas cinta jenis ini.

Cinta, saya tidak bisa menggambarkannya dengan tepat. Tapi kurang lebih berawal dari rasa bahagia saat melihat seseorang, bersamaan dengan degub jantung yang tidak biasa, umumnya lebih kencang dari degub jantung di saat normal. Berlanjut dengan rasa rindu saat tidak melihat sosoknya, umumnya rasa rindu ini ditandai dengan bayang-bayang sosoknya yang terngiang di memori otak. Lalu senyum senyum sendiri saat mengingatnya, membayangkannya, dan saat bersms/bbm/wa serta komen-komen di berbagai jenis medsos. Entah apakah senyum sendiri jenis ini bisa dikategorikan ke dalam kriteria sakit jiwa alias gila. Jika iya mungkin ini kali ya yang dinamakan cinta gila. May be yes..may be no.

Lanjut....
Objek cinta itu susah ditebak, nggak bisa dipaksakan dan terkadang sedikit nyleneh. Bisa teman bisa musuh.

Dan mengenai proses datangnya cinta, saya angkat tangan untuk menggambarkannya. Tiap individu punya sejarah cintanya masing-masing. Yang pasti cinta itu datang dan pergi, cinta itu berubah-ubah.

Dan terkadang cinta itu hilang....
Lalu kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar