Kamis, 31 Mei 2018

Surat Buat Juna #2



“Sepasang manusia tidak lagi ditakdirkan untuk jatuh cinta, mereka berjalan di dalamnya. Mensyukuri detakan jantung mempercepat, menikmati detikan jam melambat. Hingga entah kapan Tuhan berkenan mempersatukan mereka. Dan kebahagiaan, meski tak lama menetap, tetaplah kebahagiaan.”
Konspirasi Alam Semesta – Fiersa Besari

***

Dear Juna,

Belakangan banyak yang bertanya. Masihkan aku suka menulis puisi seperti ketika jaman sekolah dulu?

“Untuk apa??” pikirku. Bahkan seribu bait yang kutulis, takan mampu membawamu kembali padaku.  Jadi pergilah, semoga saja semesta masih sudi mempertemukan kita (lagi). Besok, lusa, atau lusanya lagi.

Pergilah Arjuna, aku takan mampu menahanmu. Pergilah seperti pengembara yang tersesat, maka tersesatlah di jalan yang sama denganku. Karena panah yang kau tinggalkan harus kembali pada tuannya.

~ Senja ~



==========o0o==========

Tidak ada komentar:

Posting Komentar