Tampilkan postingan dengan label Coffee Break. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coffee Break. Tampilkan semua postingan
Minggu, 29 Desember 2019
Coffee Break #5: Resign!
Label:
Coffee Break
Mahasiswa abadi dari sebuah Universitas Kehidupan (UK) yang pernah bercita-cita jadi guru, tapi kemudian malas belajar. Pemimpi yang mudah bosan, yang tertarik pada banyak hal tapi tidak punya hobi. Itulah, kenapa aku tidak berbakat dalam bidang apapun. || Terima kasih sudah mampir. ||
Sabtu, 23 Maret 2019
Coffee Break #4: Affogato
![]() |
Mlipir sambil nungguin jemputan kali ini berhasil membuatku berkenalan dengan affogato.
**Flashback**
Berawal dari males bawa motor saat berangkat kerja, alih-alih nebeng suami pas pulang, eh malah telat dijemput karena ada urusan, katanya. Maka mlipirlah aku dan kedua temanku ke kedai kopi terdekat. Cukup lima menit jalan kaki dari gerbang tempat kerja, sampailah kami di Wake Cup Coffee & Eatery.
Terletak di Ground Floor pusat perbelanjaan Moro Mall Purwokerto, Wake Cup Coffee & Eatery menawarkan berbagai pilihan menu makanan serta minuman. Dan aneka seduhan kopi tentunya.
Setelah melihat-lihat daftar menu, pilihan jatuh ke affogato, sesuatu yang belum pernah aku nikmati sebelumnya. Alasannya sederhana, yaitu karena terdapat es krim vanilla sebagai salah satu komponen affogato. Heu heu heu... betapa noraknya aku.... *nyengir kuda*
Setelah menunggu beberapa saat, pesanan pun datang. Seperti yang tampak pada gambar di atas.
**Flashback end**
Jadi, apa itu affogato???
Affogato adalah sajian es krim dalam cangkir atau mangkok kecil yang disiram dengan espresso. Seperti kebanyakan sajian kopi, Affogato juga berasal dari Italia. Dalam Bahasa Italia, 'affogato' artinya tenggelam. Jadi, penamaan ini adalah untuk mendefinisikan es krim yang tenggelam dalam espresso.
Konon, tidak ada ketetapan pasti es krim rasa apa dan seberapa banyak yang digunakan. Namun kebanyakan memang menggunakan rasa vanilla, karena mungkin rasa inilah yang paling cocok untuk dipadupadankan dengan pahit getirnya espresso. *jiahhhh*
Serta tidak ada aturan khusus dalam menikmati affogato, apakah espressonya disiramkan ke cangkir es krim atau es krimnya disendoki dan dicelupkan ke espresso. Soal menikmati kopi mah suka-suka kita aja lah ya... Ndak usah dibikin ribet. *setuju???*
***
Demikianlah cerita mlipir pada Sabtu sore kala itu. Bagi pecinta kopi yang penasaran dengan affogato, sok ah dicoba dan nikmati rasa manis dinginnya es krim bercampur dengan pahitnya espresso yang lumer di mulut. *hmmmmmm*
Lokasi:
WAKE CUP Coffee & Eatery
Moro Mall, Ground Floor
Open everyday 9 am - 9 pm
☕ simpleannia.blogspot.com ☕
Label:
Coffee Break
Mahasiswa abadi dari sebuah Universitas Kehidupan (UK) yang pernah bercita-cita jadi guru, tapi kemudian malas belajar. Pemimpi yang mudah bosan, yang tertarik pada banyak hal tapi tidak punya hobi. Itulah, kenapa aku tidak berbakat dalam bidang apapun. || Terima kasih sudah mampir. ||
Kamis, 29 November 2018
Coffee Break #3: Cafe Au Lait
![]() |
Awalnya kami cuma iseng jalan-jalan malam, keluar dari hotel tempat kami menginap. Alih-alih nyari angkringan, kami akhirnya terdampar di cafe kecil dekat kedai kopi yang gagal kami masuki.
Ya, gagal. Kami langsung putar haluan, balik badan 360° tepat 5 langkah sebelum pintu masuk. Why? Because aku dan salah satu temanku mencium aroma-aroma harga yang menguras kantong terpampang nyata di daftar harga dekat pintu masuk. ππ
Setelah jalan kesana kemari ndak jelas, ditambah Mbah Google yang memberi tahu bahwa tak ada kedai kopi lain yang lebih dekat dengan posisi kami saat itu, kami pun akhirnya masuk ke cafe kecil yang paling dekat dengan hotel.
Yang menarik dari cafe ini adalah tempatnya yang sepi, bersih, kekinian dan bonus buku bacaan yang terpajang pada rak yang menempel pada salah satu sisi dinding cafe. Sayang sekali tak terdaftar di Google Maps.
Malam itu, hanya kamilah pengunjung yang singgah. Mungkin karena sudah malam. Tapi karena masih terpampang tulisan 'OPEN', kami pun memutuskan untuk tetap masuk, meski untuk mendapatkan daftar menu kami harus mencari-cari penjualnya terlebih dahulu. Untung ketemu. Hehehe... ππ
Yang menarik dari cafe ini adalah tempatnya yang sepi, bersih, kekinian dan bonus buku bacaan yang terpajang pada rak yang menempel pada salah satu sisi dinding cafe. Sayang sekali tak terdaftar di Google Maps.
Malam itu, hanya kamilah pengunjung yang singgah. Mungkin karena sudah malam. Tapi karena masih terpampang tulisan 'OPEN', kami pun memutuskan untuk tetap masuk, meski untuk mendapatkan daftar menu kami harus mencari-cari penjualnya terlebih dahulu. Untung ketemu. Hehehe... ππ
Setelah disodori daftar menu, kami pun mulai memilih-milih minuman apa yang sesuai selera. Ada kopi tubruk, cafe au lait, vietnam drip, red velvet, lemon tea, aneka milkshake dan masih banyak lainnya.
Malam itu aku pesan cafe au lait karena aku pikir rasanya yang hampir sama dengan latte.
Temanku yang juga penyuka kopi (sobek π€π€π€«π€«) bertanya, apa itu cafe au lait? Dan mungkin karena penjelasanku yang tak meyakinkan, akhirnya mereka tak jadi ikut-ikutan pesan menu yang sama denganku. π
π
Beberapa hari kemudian...
Saat sedang mereview foto-foto kopi kemarin, aku jadi ragu dan penasaran sendiri. Apakah benar, cafe au lait itu sama dengan latte? π€π€π€
Maka, dimulailah ritual browsing-browsing di internet. Dan ternyata, aku pun pernah mengulas perihal ini dalam artikel berjudul 'Coffee Break #1: Episode Rasa'. Bisa di baca di sini.
Jadi sob, cafe au lait adalah minuman yang dibuat dari 50% kopi hitam dan 50% susu murni. Alias kopi susu.
Mengutip dari Wikipedia bahasa Indonesia, cafΓ© au lait (Bahasa Perancis yang artinya kopi susu) adalah campuran kopi hitam yang tajam dengan susu panas. CafΓ© au lait memiliki kesamaan dengan caffΓ© latte tetapi cafΓ© au lait menggunakan kopi hitam dan bukan espresso.
Dan pada beberapa sajian, biasanya sang barista akan menyajikannya dengan gula yang terpisah untuk menambah rasa manis pada seduhan kopi. Seperti kopiku beberapa hari kemarin. π€π€
Bagaimana dengan latte?
Masih mengutip dari Wikipedia bahasa Indonesia, latte atau Caffè latte (Bahasa Italia yang artinya kopi susu) adalah espresso atau kopi yang dicampur dengan susu dan memiliki lapisan busa yang tipis di bagian atasnya. Perbandingan antara susu dengan kopi pada caffè latte adalah 2:1.
Di Eropa, latte akan cenderung dianggap sesuatu yang hanya diperuntukan bagi anak-anak atau pengopi yang masih sangat belia.
Hmmmm, baiklah, sekarang aku bisa tidur dengan tenang. ππ
Baca juga:
• Coffee Break #2: Kintamani Coffee
Beberapa hari kemudian...
Saat sedang mereview foto-foto kopi kemarin, aku jadi ragu dan penasaran sendiri. Apakah benar, cafe au lait itu sama dengan latte? π€π€π€
Maka, dimulailah ritual browsing-browsing di internet. Dan ternyata, aku pun pernah mengulas perihal ini dalam artikel berjudul 'Coffee Break #1: Episode Rasa'. Bisa di baca di sini.
Jadi sob, cafe au lait adalah minuman yang dibuat dari 50% kopi hitam dan 50% susu murni. Alias kopi susu.
Mengutip dari Wikipedia bahasa Indonesia, cafΓ© au lait (Bahasa Perancis yang artinya kopi susu) adalah campuran kopi hitam yang tajam dengan susu panas. CafΓ© au lait memiliki kesamaan dengan caffΓ© latte tetapi cafΓ© au lait menggunakan kopi hitam dan bukan espresso.
Dan pada beberapa sajian, biasanya sang barista akan menyajikannya dengan gula yang terpisah untuk menambah rasa manis pada seduhan kopi. Seperti kopiku beberapa hari kemarin. π€π€
Bagaimana dengan latte?
Masih mengutip dari Wikipedia bahasa Indonesia, latte atau Caffè latte (Bahasa Italia yang artinya kopi susu) adalah espresso atau kopi yang dicampur dengan susu dan memiliki lapisan busa yang tipis di bagian atasnya. Perbandingan antara susu dengan kopi pada caffè latte adalah 2:1.
Di Eropa, latte akan cenderung dianggap sesuatu yang hanya diperuntukan bagi anak-anak atau pengopi yang masih sangat belia.
Hmmmm, baiklah, sekarang aku bisa tidur dengan tenang. ππ
***simpleannia.blogspot.com***
Baca juga:
• Coffee Break #2: Kintamani Coffee
Label:
Coffee Break
Mahasiswa abadi dari sebuah Universitas Kehidupan (UK) yang pernah bercita-cita jadi guru, tapi kemudian malas belajar. Pemimpi yang mudah bosan, yang tertarik pada banyak hal tapi tidak punya hobi. Itulah, kenapa aku tidak berbakat dalam bidang apapun. || Terima kasih sudah mampir. ||
Sabtu, 10 Maret 2018
Coffee Break #2: Kintamani Coffee
"Yang paling enak apa mas?" Tanyaku.
"Mmmmmm...." Mas nya mikir sambil liat daftar menu.
"Yang paling sering dipesen orang deh." Kataku.
"Yang paling sering sie... Gayo Aceh... Teruusss...."
"Mbaknya mau yang pahit apa yang kecut?" Mas-mas yang satunya menimpali.
"Kecut??!" Dahiku mengkerut. Kirain masnya mau nawarin yang pahit apa yang manis gitu.
Dan, karena Gayo Aceh-nya habis, jadilah aku pesan Kintamani Coffee - yang katanya pahit kecut.
"Boleh liat nyeduhnya mas?" Tanyaku kepo.
"Boleh mba, duduk di sana aja." Sembari menunjuk bar kecil yang memang dilengkapi kursi tinggi. Mungkin memang sengaja disediakan untuk para pengunjung yang ingin melihat proses penyeduhan kopi. OK, let's go...
Ada banyak toples tinggi nan bening berisikan biji kopi terpajang di atas meja kaca - lebih tepatnya sie di atas atalase kali ya. Dan pada toples bertuliskan 'GAYO' hanya berisi beberapa biji saja. Mungkin 4, 5, 6 atau 7, aku tak begitu yakin. Tapi itu memang bisa dikatakan habis. ππ
"Sering ngopi juga mba?"
"Ini baru nyoba mas." Dalam hati: sering mas, kopi sobek. ππ
Eh, pernah dink sekali, di Boulevard. Yang pernah aku ulas juga beberapa bulan lalu pada Episode Rasa: Kopiku belum pernah sepahit ini. Tapi saat ditanya tadi serius aku lupa. Ingatnya langsung ke kopi sobek. Hehehe sedikit jaim.
"Suka kopi ya?"
"Mmmmm... Baru nyoba mas. Jadi penasaran rasanya gimana." Keterusan jaim.
"...//&%$#@)(;:'//..." Serius aku ngga dong (ngga mudeng) masnya nanya apaan. Ada bahasa kopi yang disisipkan di sini.
"Hah?! Apa mas?" Aku bersiap, pasang telinga baik-baik.
"Mau yang pake ampas apa ngga usah nih?" Hahaha, ini toh artinya.
Daan, setelah sekian menit kemudian.
"Silahkan dinikmati..." Kata sang barista yang menurut penuturannya: 'masih belajar lah mba'. Saat dia mengatakan itu, aku pikir dia - hanya - sedang merendah.
Well, aku pun balik ke meja tempat di mana temen-temen berada (kopinya menyusul, jalan sendiri cangkirnya ππ ). Setelah raib beberapa saat, teman-temanpun kepo.
"Kan ngendi si? suwe temen?!" (translate: Dari mana aja si? Lama banget?!)
*hehehe...
Masih di hari yang sama, sebelum tidur iseng-iseng buka internet. Apa itu Kintamani Coffee?
Yang muncul adalah:
"Green Bean Kopi Arabica Bali Kintamani"; "Kopi Bali Kintamani"; "Maharaja Bali Kintamani Coffee" ...dst - yang kebanyakan dibarengi dengan kata 'Bali' yang merujuk pada Pulau Dewata.
Kalau ditarik garis universal sie Kintamani Coffee itu kopi yang berasal dari daerah Bali. Ini sie menurut penangkapan pribadiku yang punya kualitas otak pas-pasan. Hehehe *mohon dikoreksi jika keliru*
Bagi yang penasaran boleh deh ikutan browsing, tanya-tanya ke embah yang serba tahu. Atau, langsung kunjungi saja kedai kopi favoritmu.
Pada beberapa artikel yang aku baca menyebutkan bahwa rasa khas dari kopi ini adalah ada sepet atau kecut-kecutnya gitu. Untung saja, saat disajikan tadi - pada lepek yang digunakan untuk tatakan gelas - disediakan juga 2 sachet gulaku. Alhamdulillaah....
Jadi, rasanya itu: pahit, asem, manis. Kayak hidup. ^_^
***
Lokasi:
Tiara Kitchen And Eatery
Jalan Senopati No.3
Perempatan Dukuhwaluh (Masuk ke Ruko Tiara Cellular)
Purwokerto
πOpen: 09.00am-10.00pm
π² 085803800003 (call/sms)
IG >> @tiara.kitcheneatery
Label:
Coffee Break
Mahasiswa abadi dari sebuah Universitas Kehidupan (UK) yang pernah bercita-cita jadi guru, tapi kemudian malas belajar. Pemimpi yang mudah bosan, yang tertarik pada banyak hal tapi tidak punya hobi. Itulah, kenapa aku tidak berbakat dalam bidang apapun. || Terima kasih sudah mampir. ||
Minggu, 12 November 2017
Coffee Break #1: Episode Rasa
Episode Rasa: Kopiku Belum Pernah Sepahit Ini
Okke, mari kita bahas kopinya...
Cappucino Latte !? pikiran langsung melayang ke tata cara penyajian π
Hmmmm, agak bingung, tapi tak apalah, namanya juga belajar. Hehehe
Serius, daku mandeg sedela sebelum akhirnya meneguk lagi, memastikan rasanya. Bungkusan kecil berjudul 'Gulaku' juga sudah kusobek dan kutuangkan isinya tanpa ampun alias tanpa sisa. Tapi, rasanya tetep saja - pahit. **meski belum sepahit hidupku #jiahhh.... malah curcol** ππ
Padahal ngaduknya udah lama, udah sampe buket, pake hati yang tulus nan ikhlas, seikhlas daku melepasmu. Wahai 20.000 - demi secangkir kopi asing.
Okke, karena sudah dipesan, dan toh nanti juga wajib dibayar, kuhabiskan saja meski agak lama. *Maaf gaes , membuat kalian menunda waktu pulang* ππ Karena sebelumnya, kopiku tak pernah sepahit ini.
Note: The Boulevard Cafe n Resto itu tempatnya asik, bersih, nyaman, pelayanannya juga ramah. Tersedia juga mendoan (makanan khas Banyumas), aneka makanan, serta berbagai jenis minuman yang bisa kamu pesan sesuai dengan selaramu gaes. Menunya kekinian banget deh pokoknya.
Mudah-mudahan lain waktu bisa ke sini lagi untuk sekedar menikmati secangkir kopi yang agak manis.
See ya....π¦
![]() |
| Cappucino Latte by The Boulevard Cafe |
Aku, yang terbiasa dengan kopi instan kali ini berkesempatan mencicipi kopi racikan bertajuk cappucino latte ala The Boulevard Cafe - Purwokerto. Kalau kita search di google maps, lokasinya tuh di Jl. Jend. Sudirman. Tepatnya di Hotel Besar Purwokerto, sekitaran Pasar Wage.
Okke, mari kita bahas kopinya...
Cappucino Latte !? pikiran langsung melayang ke tata cara penyajian π
***
Intermezzo
*dikutip dari www.republika.co.id dengan sumber: Andrew Anderson, barista senior pada High Rise Coffee Roasters di Colorado Springs, Colorado.
Mari sedikit berkenalan dengan istilah-istilah yang berkaitan dengan kopi...
Espresso π§ Ingat, namanya espresso, bukan expresso. Ini adalah kopi bubuk yang sangat halus yang dikemas menjadi portafilter dan dimasukkan ke dalam mesin espresso. Air yang dipanaskan sampai 190-197 derajat Fahrenheit ditekan di bawah 8-10 tekanan atmosfer melalui portafilter kopi halus untuk menghasilkan 1-2 ons espresso.
Cara yang baik untuk mengetahui apakah espresso Anda berkualitas tinggi atau tidak bisa dilihat dari warna dan konsistensi krimnya. Jika Anda menambahkan gula, tuang di atas krim selama 15-30 detik.
Latte π§Latte adalah istilah yang pertama populer di Amerika Utara. Di Eropa, latte akan cenderung dianggap sesuatu yang hanya diperuntukan bagi anak-anak Anda. Atau pengopi yang masih sangat belia.
Banyak orang membingungkan latte dengan cappucino. Latte adalah espresso dalam kombinasi dengan susu yang dihangatkan dengan uap air (semacam dikukus). Untuk memberikan gambaran tentang rasio bahan, perbandingan ideal kopi dan susu adalah 16:2.
Seorang barista yang baik akan menggabungkan busa, hasil dari kukusan susu, dan espresso bersama-sama. Hal ini memberikan minuman campuran dengan rasa dan tekstur yang sungguh yummy.
Cappucino π§ Minuman ini sering dibingungkan dengan latte, tapi pada dasarnya mereka adalah minuman yang berbeda. Cappucino umum adalah dibuat dalam sepertiga proporsi. Ini berarti cappucino yang tepat adalah sepertiga espresso, sepertiga susu yang dikukus, dan sepertiga busa susu.
Espresso dan susu kukus dituangkan bersama-sama, baru diakhiri dengan busa di atasnya.
Cafe Au Lait π§ Apa lagi ini? Ini adalah minuman yang dibuat dari 50 persen kopi hitam dan 50 persen susu murni. Seorang barista yang berpengalaman hanya akan membuat minuman ini dari kopi kualitas prima dengan susu murni yang segar, bukan kemasan.
***
Hmmmm, agak bingung, tapi tak apalah, namanya juga belajar. Hehehe
Efek terbiasa dengan kopi instan - yang ada manis-manisnya gitu, serta kopi rumahan - yang manisnya bisa diatur sendiri. Kali ini daku cukup syok setelah mencecap sedikit busa dari kopi yang dibandrol 20k ini. *dibaca dua puluh ribu ya gaes... Hehehe, people jaman now pasti sudah paham pake banget.
Serius, daku mandeg sedela sebelum akhirnya meneguk lagi, memastikan rasanya. Bungkusan kecil berjudul 'Gulaku' juga sudah kusobek dan kutuangkan isinya tanpa ampun alias tanpa sisa. Tapi, rasanya tetep saja - pahit. **meski belum sepahit hidupku #jiahhh.... malah curcol** ππ
Padahal ngaduknya udah lama, udah sampe buket, pake hati yang tulus nan ikhlas, seikhlas daku melepasmu. Wahai 20.000 - demi secangkir kopi asing.
Ternyata aku salah mengira. Dari tampilannya yang menggoda, kupikir rasanya tuh manis legit ala ice cream vanilla. Ughhh... Daebak!!!
Okke, karena sudah dipesan, dan toh nanti juga wajib dibayar, kuhabiskan saja meski agak lama. *Maaf gaes , membuat kalian menunda waktu pulang* ππ Karena sebelumnya, kopiku tak pernah sepahit ini.
***
Note: The Boulevard Cafe n Resto itu tempatnya asik, bersih, nyaman, pelayanannya juga ramah. Tersedia juga mendoan (makanan khas Banyumas), aneka makanan, serta berbagai jenis minuman yang bisa kamu pesan sesuai dengan selaramu gaes. Menunya kekinian banget deh pokoknya.
![]() | |
| @cafeboulevardpwt |
Mudah-mudahan lain waktu bisa ke sini lagi untuk sekedar menikmati secangkir kopi yang agak manis.
See ya....π¦
Label:
Coffee Break
Mahasiswa abadi dari sebuah Universitas Kehidupan (UK) yang pernah bercita-cita jadi guru, tapi kemudian malas belajar. Pemimpi yang mudah bosan, yang tertarik pada banyak hal tapi tidak punya hobi. Itulah, kenapa aku tidak berbakat dalam bidang apapun. || Terima kasih sudah mampir. ||
Langganan:
Postingan (Atom)






