Tampilkan postingan dengan label Quotes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quotes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2019

10 Kutipan Menarik 'Arah Langkah - Fiersa Besari'


Setelah sekian purnama berlalu, akhirnya hari ini aku kembali. Hmmm, rasanya bingung mau nulis apa. Berhubung ada temen yang ngembaliin buku Arah Langkah, oke lah.... aku pilih karya Bung Fiersa yang satu ini saja sebagai topik. *Hehehe...*

Alih-alih mereview, kali ini aku mau ngutip beberapa quote-nya saja deh. Karena serius, sulit untuk mendeskripsikan dengan kata-kata betapa menariknya buku perjalanan yang satu ini. Yang sudah baca pasti setuju donk kalau Arah Langkah memang menarik pakai banget. Bahkan temenku yang baru saja ngembaliin bilang kalau dia ngga berani nerusin baca sampai selesai karena godaannya yang begitu besar. Takut tergoda dia, tergoda buat keluar dari zona nyaman demi menikmati sepercik surga yang Tuhan kirimkan ke bumi, that is Indonesia.

Nggak usah terlalu banyak basa basi, karena memang lagi ngebleng juga ini mau ngetik apa. Cuzzz langsung ke topik saja yuks. Berikut 10 quote menarik yang dikutip dari buku ke-4 karya Bung Fiersa Besari. Check this out....




"Beberapa pertemuan singkat memang diciptakan untuk lama melekat di dalam hati. Beberapa rindu memang diharuskan terasa bahkan sebelum berai."

"Karena perpisahan, semanis apa pun, seindah apa pun, tetaplah perpisahan. Ada cerita yang harus berubah menjadi kenangan."

"Dalam kesunyian, perlahan aku mengerti, bukanlah kenangan terburuk yang akan membuat kita bersedih, tapi kenangan terindah yang takkan bisa terulang lagi."

"Darinya, aku belajar bahwa hidup ini menyenangkan kalau kita melihat dari sudut pandang yang tepat. Bahagia cuma akan menjadi rumit kalau kita terlalu tinggi berharap."

"Senja selalu menggiring keceriaan menuju kegelapan. Mungkin hanya mereka yang bersyukur yang mampu menyeka air mata untuk melihat bintang."

"Kita enggak akan pernah tahu kapan nafas terakhir kita berhembus dan kapan kita meregang nyawa. Sudah saatnya kita belajar bersyukur. Tidak perlu dengan melakukan hal-hal hebat. Cukup dimulai dengan menyayangi diri sendiri." (Ikar)

"Aneh ya, kita enggak akan pernah tahu ke mana hidup membawa kita. Hidup ini seperti petualangan panjang, dengan hiasan suka dan duka, bahan cerita untuk anak-cucu kita kelak." (Baduy)


"Indonesia adalah sepercik surga yang Tuhan turunkan di muka bumi."

"Tidak ada impian yang terlalu besar jika dibarengi dengan usaha yang sama besarnya. Dan usaha besarpun dimulai dari langkah kecil yang dilakukan terus menerus."

"Sejauh apa pun jalan yang kita tempuh, tujuan akhir selalu rumah."

Ok gaess, cukup sekian. Semoga bermanfaat.


📚 simpleannia.blogspot.com 📚

Senin, 07 Januari 2019

[Review] 11:11 - Albuk Kedua Fiersa Besari


11:11 adalah album Bung Fiersa pada tahun 2012, yang kemudian dihadirkan kembali sebagai albuk (album buku). Sekaligus menjadi karya tulis Bung yang kelima setelah Garis Waktu, Konspirasi Alam Semesta, Catatan Juang dan Arah Langkah.

11:11 resmi diluncurkan ke publik pada tanggal 11 November 2018 kemarin. Hmmm, matching banget ya angkanya. 😁

Sedikit bercerita...

Sebenarnya, ini adalah buku yang hendak aku lewatkan. Jadi, beberapa bulan sebelum resmi dipasarkan, aku benar-benar tidak tertarik untuk membacanya. Saat itu mood bacaku sedang menurun drastis. Di rumah juga ada beberapa buku yang sudah terlanjur dibeli namun tak kunjung dibaca. Rasa-rasanya aku terjangkit virus tsundoku.

Tapi...... pas hari H peluncuran buku kelima Bung Fiersa ini, aku tak berdaya. Putar balik 180°. Langsung buka-buka akun tobuline (toko buku online) di Instagram. Berharap masih ada yang menerima preorder lengkap dengan CD lagu dan tanda tangan Bung Fiersa.

ttd Bung Fiersa

Alhamdulillah, aku masih beruntung. *nyengir kuda* Dan berkat 11:11, mood bacaku pun kembali.

***

Baiklah, mari kita review perlahan, buku yang aku beli seharga sembilan puluh lima ribu rupiah ini (harga sudah termasuk ongkir).

Detail Buku

Judul: 11:11
Penulis: Fiersa Besari
Penyunting: Juliagar R. N.
Penyunting Akhir: Fenisa Zahra
Desainer Cover: Budi Setiawan
Penata Letak: Didit Sasono
Cetakan Pertama: Tahun 2018
Jumlah Halaman: vi + 302 halaman
Dimensi Buku: 13 x 19 cm
Diterbitkan pertama kali oleh: mediakita



Review

Jika melihat covernya, kita pasti sepakat, bahwa ini sangat mirip dengan Konspirasi Alam Semesta. Hanya beda degradasi warnanya saja.

Berisi 11 cerita dan 11 lagu, 11:11 merupakan albuk (album buku) kedua karya beliau setelah Konspirasi Alam Semesta. Meskipun demikian, cerita dari kedua buku tersebut tidaklah saling berkaitan satu sama lain, sehingga bisa kita menikmatinya secara terpisah.

11 Cerita yang dihadirkan Bung Fiersa dalam buku ini juga tidak saling berhubungan. Ada yang berakhir bahagia, ada yang berakhir sedih. Tiap kisah punya nyawanya masing-masing. Ada yang bikin dahi berkenyit, ada yang bikin cengar cengir, dan ada yang bikin mellow. Asikin aja semuanya.


Quotes

Bukan Fiersa Besari namanya, jika dalam karya-karyanya tak menyisipkan quote atau kalimat-kalimat ajaib yang bikin baper, galau, mellow atau berujar 'benar juga'. Tapi kali ini aku akan mengutip yang ringan-ringan saja, karena beban hidup kita sepertinya sudah berat. Kita??

Baiklah, mari kita review tipis-tipis kutipan menarik apa saja yang ada dalam 11:11.

Check this out...

"Kadang, kita terlalu fokus sama yang besar, sampai lupa melihat yang kecil."

"Bereskan apa yang perlu dibereskan. Agar tidak ada lagi keraguan."

"Memiliki pendengar yang tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam itu menyenangkan."

"Uang yang hilang bisa diganti, namun waktu yang hilang Takan pernah bisa kembali."

"Waktu enggak akan menunggu. Lepaskan yang sudah hilang, hargai yang masih ada."

"Bukan seberapa lama hidup ini yang dihitung, tapi seberapa berarti kita menghabiskannya."

"Dengan sendirinya, seiring waktu, manusia memang akan melupakan segala sesuatu."

"Manusia itu banyak sekali. Semua manusia pasti punya masalah."

"Sebetulnya, tidak perlu buku untuk menjadi bijaksana. Cuma perlu merasakan hidup susah."

"Putri raja ataupun bukan, titah perempuan menjelma sabda bagi lelaki yang mempunyai perasaan lebih terhadapnya."

"Lanjutkan hidupmu dengan penuh syukur."

Baiklah, mari melanjutkan hidup kita dengan penuh syukur. Dan untuk pembaca yang sedang mencari atau menanti jodoh, Bung Fiersa punya quote pamungkas nih, sekaligus sebagai penutup artikel ini... Terima kasih sudah mampir. 🙏

"Orang bilang, jodoh takan kemana. Aku rasa mereka keliru. Jodoh akan kemana-mana terlebih dahulu sebelum akhirnya menetap.

Ketika waktunya telah tiba, ketika segala rasa sudah tidak bisa lagi dilawan, yang bisa kita lakukan hanyalah merangkul tanpa perlu banyak kompromi."

***

📚 simpleannia.blogspot.com 📚


Baca Juga: 


Senin, 08 Januari 2018

[REVIEW] Catatan Juang - Sebuah Konspirasi Alam Semesta



Judul Buku : Catatan Juang

Penulis : Fiersa Besari

Penyunting : Juliagar R. N.

Penyunting Akhir : Agus Wahadyo

Desainer Cover : Budi Setiawan

Lettering : @deanurrizkir

Penata Letak : Didit Sasono

Diterbitkan pertama kali oleh : mediakita

Cetakan Pertama : Tahun 2017

Jumlah Halaman : vi + 306 halaman

Catatan Juang’ adalah buku ketiga karya Fiersa Besari dan merupakan sempalan dari novel sebelumnya yang berjudul ‘Konspirasi Alam Semesta’ yang dapat kita nikmati secara terpisah. Hanya saja, pasti bakalan penasaran kalau udah baca buku ini, tapi belum baca Konspirasi Alam Semesta. Kalau kamu ngga setuju, itu urusanmu. Hehehe… Ketularan jargonnya Bung Fiersa nih…

Pada buku berdimensi 13 x 19 cm ini juga ada beberapa sempalan quote dari karya pertamanya yang berjudul ‘Garis Waktu’. Tapi, meskipun ditulis dan dibaca berkali-kali pun rasanya masih asik aja, nggak bosan. Mungkin karena kata-katanya yang enteng dan masuk sama realita yang banyak kita lihat di jaman now. *jiahhh*

Lebih tepatnya si karena aku merasa setuju dengan apa-apa yang Bung Fiersa sampaikan. Seolah beliau tahu betul apa-apa yang telah aku lalui, paham betul apa-apa yang aku pikirkan, dan mengerti betul apa-apa yang aku inginkan. Ah, apakah ini semacam konspirasi alam semesta? *xixixi*

Pada kisah 300 halaman ini (karena 6 halaman terakhir berisi ucapan terima kasih dan biografi penulis), masih seperti biasa, penulis selalu menyisipkan pesan-pesan sosial dan humanisme. Kali ini melalui Kasuarina atau Suar – sang tokoh utama yang menemukan sebuah buku ‘Catatan Juang’ saat dirinya hendak turun dari angkot. Alih-alih mencari siapa pemilik aslinya, Suar justru keterusan membaca isinya dan mulai terinspirasi dengan apa-apa yang catatan itu kemukakan.

Lalu melalui Dude – seorang aktivis sosial, pegiat seni, keturunan Batak yang mencoba keberuntungannya membuka kedai kopi.

Juga melalui tokoh-tokoh lain yang berhubugan dengan mereka serta tak ketinggalan melalui buku bersampul merah yang berisi catatan Juang.

Saat membaca novel ini, aku sempat tersihir untuk mengikuti langkah Suar yang menuruti nasihat Juang: keluar dari zona nyaman. Keluar dari hiruk pikuknya perkotaan dan dunia kerja kantoran yang memenjara hidup kita. Lalu mencoba menikmati alam raya yang masih asri nan indah, mengingat usia manusia yang rata-rata hanya sekitar 60-70 tahun – terlalu sayang untuk dihabiskan di bawah tekanan kerja dan kesibukan yang membuat kita lupa tujuan awal diciptakannya alam dan jagad raya untuk manusia. Hmmm, betul juga.

Resign?? *iya…tidak…iya…tidak…?!*

Ah, setelah kupikir-pikir, keluar dari zona nyaman itu hanya untuk orang-orang yang memang punya pandangan lebih mantap tentang masa depannya, tentang apa yang akan ia lakukan setelah resign, tentang apa yang akan ia lakukan setelah tahu bahwa keluar dari zona nyaman memang benar-benar tidak nyaman, bukan karena terpengaruh oleh novel macam aku. Hahaha *plak!!!* ditampar biar sadar.

Jadi, kusimpan saja dulu alasannya, barangkali besok atau lusa aku benar-benar mantap untuk mengikuti langkah Suar untuk pergi menggapai apa yang sebenarnya aku inginkan.

Bagi yang penasaran seberapa magis kata-kata Bung Fiersa dalam mempengaruhi alam bawah sadar kita tentang realita hidup jaman now, yuk bisa disimak beberapa sempalan Catatan Juang di bawah ini:

***

"Lucu, kita membentuk pola pikir anak kecil agar tumbuh menjadi seperti kita. Padahal, diam-diam kita rindu menjadi anak kecil lagi."
#catatanjuang Hal. 15

"Sebagai seorang perokok saklek, tentu aku memilih untuk cuek bebek, berjudi pada nasib, dan berharap diagnosa dokter tersebut salah. Tapi, aku teringat kelakar seorang sahabat, "Kalau hidup kamu dipenuhi dengan makan engga teratur, asap rokok, serta bergadang, kamu cuma punya dua pilihan: bikin asuransi jiwa, atau mulai berolahraga. Jangan sampai nyusahin keluarga dan orang-orang terdekatmu cuma karena kamu senang menghancurkan diri sendiri." Meski ia cuma bercanda, namun kalimatnya cukup menyentilku."
#catatanjuang Hal.61

"Makanya, aku selalu percaya, orang-orang sukses di dunia ini bukanlah orang-orang berbakat; Melainkan orang-orang yang berjuang tanpa kenal menyerah."
#catatanjuang Hal.66

"Hujan tidak pernah turun dengan maksud yang buruk. Waktu dan keadaanlah yang membuatnya terasa buruk. Ah... bukankah cinta juga begitu?
Aku tertawa sendiri. Kadang sesuatu yang terbaik datang tidak tepat waktu, setelah kita puas bercengkerama dengan rasa kesal dan rasa sesal terlebih dahulu. Ah... bukankah cinta juga begitu?"
#catatanjuang Hal. 70-71

"Kebaikan tidak selalu tentang membagikan harta. Aku seringkali lupa bahwa kita bisa menjadi pembawa kebaikan kecil setiap harinya."
-Suar-
#catatanjuang Hal.72

"Gunung bukanlah tempat untuk pamer, tempat untuk berhitung ketinggian, apalagi tempat untuk menambah jumlah puncak yang sudah kita daki.
Mungkin kita baru akan mengerti esensi dari sebuah perjalanan saat kita sudah tidak lagi melakukan perjalanan cuma untuk dibilang "keren" oleh orang lain; saat kita sudah tidak lagi sibuk mengingat tempat apa saja yang sudah atau belum kita kunjungi.
Bukankah, perjalanan yang seru itu dilihat dari persahabatan yang kita jalin dengan orang-orang baru? Bukankah, perjalanan yang hebat itu diukur dari seberapa banyak pelajaran yang kita ambil dan seberapa banyak kebaikan yang kita berikan?"
#catatanjuang Hal.74

"Karena yang paling menyebalkan dari sebuah "janji" adalah: membuat seseorang menanti dan berekspektasi."
#catatanjuang Hal.78

"Diperhatikan oleh banyak orang itu memang keren. Tetapi, memperhatikan banyak hal itu jauh lebih keren."
#catatanjuang Hal.91

"Zaman boleh instan, diri kita tidak boleh instan. Karena, pada akhirnya, seseorang yang tidak mencapai sesuatu dengan instan, akan selalu tahu caranya bangkit kembali saat dijatuhkan.
#catatanjuang Hal.95-96


***

“Setiap generasi mempunyai kenangannya sendiri-sendiri, dan sungguh menyedihkan melihat banyak orang yang sangat senang melupakan masa lalu. Padahal yang perlu kita lakukan hanyalah mengingat masa lalu dengan persepsi yang tidak menyakitkan.”
#catatanjuang Hal. 116

“Kebaikan pada alam bisa dilakukan dengan hal yang paling sederhana, jangan buang sampah sembarangan, misalnya, terlepas ada yang melihat atau pun tidak.”
#catatanjuang Hal. 136

“Penolakan adalah hal biasa untuk menempa diri kita menjadi manusia luar biasa. Kalau apa-apa langsung diterima, apa asyiknya hidup ini?”
#catatanjuang Hal. 163 dan 162

“Dari mana kita akan belajar kalau sedikit saja sakit hati inginnya cepat-cepat melupakan?”
#catatanjuang Hal. 172

“Sebab kopi mengingatkanku pada cinta yang bertepuk sebelah tangan. Pahit, namum kita tak bisa berhenti menikmatinya.”
– Dude –
#catatanjuang Hal. 177

“Jangan terlalu dipikirkan. Bagian tersulit dari mengerjakan sesuatu adalah memikirkannya terlalu lama.”
#catatanjuang Hal. 187

“… jangan sembarangan menyerahkan hati ketika patah, karena hanya di tangan mekanik yang tepat hati kita akan sembuh. Jadi, tidak perlu terburu-buru. Cinta tidak hadir untuk memuaskan rasa kesepian; cinta hadir untuk menuntaskan pencarian.”
#catatanjuang Hal. 193

“Menulis adalah sebuah kebutuhan agar otak kita tidak dipenuhi oleh feses pemikiran. Maka, menulislah. Entah di buku tulis, daun lontar, prasasti, atau bahkan di media sosial.”
#catatanjuang Hal. 198

***

“Setahuku, bercanda itu seharusnya lucu, bukan menyakitkan.”
#catatanjuang Hal. 202

“Sebuah kepastian yang pahit akan jauh lebih baik daripada keplin-planan yang manis.”
– Suar –
#catatanjuang Hal. 244

“Dan percayalah, cara terkeren untuk menjadi keren adalah dengan tidak berpikir ingin menjadi keren. Karena, takkan mati kau dicaci, takkan kenyang kau dipuji.”
#catatanjuang Hal. 265

“Karena, yang menyenangkan dari menjadi orang dewasa adalah berbagi cerita dan pengalaman pada generasi muda.”
#catatanjuang Hal. 268

***
Epilog:

Buku ini membawaku untuk menilik berbagai jenis cinta dalam kehidupan. Karena cinta itu mencakup banyak hal, cinta kepada Tuhan, cinta kepada alam, cinta pada keluarga, cinta kepada lawan jenis, sahabat, tanah air, dan buku.

Oya, bukankah hobby dan cita-cita juga lahir karena adanya cinta? Jadi teruslah berjuang melakukan kebaikan atas nama cinta. Karena…
Cinta adalah harapan yang membuat segala yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Cinta adalah pemutus keputusasaan. Cinta adalah apa  yang semestinya membuat bumi ini berputar.
Para pembenci bisa membunuh kita, melakukannya lagi dan lagi. Tapi mereka takkan bisa menghapuskan harapan, semangat dan ‘cinta’ di dada kita. Sungguh, cinta takkan bisa dibunuh.
#catatanjuang hal. 299

Over all, aku sangat suka bukunya, kata-kata yang dipakai ngga terlalu berat tapi ngena. Mengenai isi novelnya,
Apakah Suar mampu berhasil menjadi sineas setelah memutuskan untuk resign dari karirnya yang cemerlang sebagai sales asuransi di sebuah bank?
Apakah akan ada cerita roman dalam kehidupan Suar?
Lalu, bagaimana Suar dapat menemukan Juang - si pemilik buku catatan yang ia temukan?

Jawabannya: monggo… bisa langsung dibaca buku Catatan Juang – nya. Sudah banyak tersedia di toko buku baik offline maupun online. Atau, jika ada teman yang sudah punya boleh coba untuk dipinjam. Karena membaca tak harus membeli bukan?

Jumat, 10 November 2017

[Quotes] Bersama Hujan


*mendung*

Saat pencahayaan jadi berkurang, mata jadi ngantuk, pikiran jadi kabur, ujung-ujungnya malah mellow, melamun, mendadak sok puitis dan galau.😔😔

Serius, mendung dan hujan memang punya kemampuan aneh untuk membawa kenangan turun bersama rintik-rintik air yang berjatuhan. Lucunya, kenangan yang mampir itu kebanyakan bernada sendu, menggundah gulana. Hahaha.... Bahasanyaaaaa..... sok iyess ajah... 😁😁

Okke gaes, karena cuaca sedang bersahabat dengan hati yang tersakiti 💔💔  **jiahh**

Yuks sejenak kita berpuitis ria bareng para tokoh ternama mengiringi hujan yang (mungkin) turun sebentar lagi (untuk daerah Purwokerto  - Jumat, 10 November 2017 sekitar pukul 14.32 jam tanganku).


***

"Aku adalah hujan. Kalau ga suka, silahkan berteduh."
Pidi Baiq

"Kamu tau kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun? Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya."
Tere Liye

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada."
Sapardi Djoko Damono

"Some people feel the rain. Others just get wet (Sebagian orang merasakan hujan. Yang lain hanya basah)."
Bob Marley 


***


"Manusia mungkin saja merasa berkuasa di atas muka bumi, merasa sebagai spesies paling unggul. Tapi mereka sebenarnya dalam posisi sangat lemah saat berhadapan dengan kekuatan alam."
Tere Liye dalam novel Hujan


***


Begitulah hujan, banyak yang mengutuk kedatangannya. Tapi, diam-diam menikmati setiap bulir air yang berjatuhan. 💦


Selasa, 08 Agustus 2017

15 Quotes Pidi Baiq Ini Bakal Bikin Kamu Bilang 'O Iya Ya"

simpleannia.blogspot.com

#1  💓💓  Tentang Cinta

"Aku mencintaimu, ini urusanku. Bagaimana engkau kepadaku, terserahlah, itu urusanmu."

"Cinta lebih mudah dirasakan daripada harus dimengerti, itulah mungkin mengapa lebih butuh balasan daripada alasan."

"Pada awalnya cinta itu bisa melihat, menjadi buta karena masuk ke dalam hati yang paling dalam."

"Aku, adalah hujan. Kalau gak suka, silahkan berteduh."

"Sekian persen dari manusia sedang di dalam perjalanan bermimpi, menyadari fakta bahwa untuk sementara orang yg dimauinya hanya bisa dicapai dengan tidur"

***

#2  💦💦  Tentang Rindu 


"Ketika malam, semua berkumpul dalam kepala, lebih berwarna, lebih hidup. Ya. Dan rindu, menjadi sesuatu yang jauh lebih mendesak ketika bisu."

“Rindu adalah cara yang baik untuk membuat yang dirindu makin menjadi mempesona.”

“Yang membuat galau bukan dirinya, tetapi penilaianmu yang berlebihan tentang dirinya.”

"Jangan rindu. Berat, kau tak akan kuat. Biar aku saja."

"Musik adalah perasaan yang bisa di dengar"


***


simpleannia.blogspot.com

#3  💔💔  Tentang Perpisahan

"Perpisahan tak menyedihkan, yang menyedihkan adalah jika habis itu saling lupa"

"Sakit hati sebetulnya adalah potensi kreativitas, setidaknya dengan itu kau bisa membuat puisi."

***

#4  💧💧  Tentang Hidup

"Aku tahu harta tak akan dibawa mati, tapi aku masih hidup, masih membutuhkannya."

"Bahkan seorang pemabuk adalah guru bagiku, ketika dia teler dan nyungsep di comberan, dia mengajarkan aku untuk jangan jadi pemabuk.”

"Tidak ada satu pun manusia yang ingin dihina, aku juga, tetapi ketika aku ingin dipuji aku merasa sedang menghina diriku sendiri."

***

Senin, 30 Januari 2017

10 Kalimat Motivasi Untuk Bertahan Hidup



"Karena hidup tidak mudah, jadi bersemangatlah!"

"Keinginan yang diucapkan berkali-kali, sama dengan doa yang dipanjatkan berulang-ulang."

"Berjuanglah, karena kita tidak pernah tahu siapa yang paling beruntung."

"Optimislah pada hal-hal baru yang belum pernah kita coba, karena kita tidak tau pada hal yang mana keberunungan kita diselipkan oleh Tuhan."

"Jangan takut terjatuh hanya karena jalan yang sempit, tapi takutlah jika sudah tidak ada jalan lagi."

"SUKSES adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan."

"Bahkan keberuntungan juga harus diperjuangkan."

"Berhenti berujar kebetulan atas keberuntungan yang kita peroleh, bisa jadi itu adalah buah dari usaha kita, atau dari kebaikan yang kita lupakan."

"Jika sedikit bersyukur mampu menghapus sedikit rasa kecewa, maka banyak bersyukur akan mampu menghapus banyak rasa kecewa."

"Ingat, hidup cuma sekali, SATU KALI !"