Kamis, 05 April 2018

Dear Diary #1: Welcome 27

Cek... Cek...

Perlu dicatat sebelumnya, bahwa pemilik akun tak pernah salah. Jika nanti ada yang tau perihal curhatku ini, itu semata-mata karena media sosial yang nggak bisa dipercaya. Jadi yang mau mengatai aku ini itu; menjudge aku bla bla bla...

Ingat! Pemilik akun tak pernah salah.

Sebelumnya, biar kuberitahu. Bahwa tulisan ini akan cukup panjang dan tidak penting. Jadi Anda boleh berhenti sampai di sini saja. Namun bagi yang kekeuh ingin melanjutkan membaca, silahkan bisa ke belakang - ambil minuman atau bikin kopi. Atau bisa juga ke warung untuk beli cemilan. Asal jangan tidur dulu ya. Karena bisa menimbulkan efek lupa. Setidaknya lupa untuk baca tulisan ngga penting ini.

***

Dear my blog,

Pertama-tama aku ingin berterima kasih - puji syukur - kepada Gusti Allah Yang Maha Kuasa atas diriku seutuhnya. Atas berkat pengasihan-Nya lah aku masih hidup hingga menginjak 27 tahun ini. Terima kasih telah menciptakan wanita hebat yang kupanggil "mama". Mama, you are the apple of my life.

Kedua - terima kasih kepada segenap keluarga, sahabat, kerabat dan siapapun yang mengenalku. Terima kasih sudah menjadi pelangi di hidupku. Meski yang kutau pelangi itu ada 7 warna yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu, tapi kalian membuatnya menjadi lebih dari itu, meski beberapa diantaranya berwarna hitam dan abu-abu. Tak mengapa, keduanya juga warna.

Ketiga - terima kasih kepada tempat kerjaku yang telah menggajiku dengan Rupiah. Sungguh, aku cinta Rupiah biar Dollar di mana-mana. Big thanks to my boss serta atasan - aka senior - yang sudah memberi kepercayaan kepadaku. Sehingga ada begitu banyak tugas yang harus aku kerjakan. Berpacu dengan waktu, belajar hal-hal baru. melawan batas-batas keridakmampuanku. Alhamdulillaah, semua menjadi pengalaman luar biasa yang tak terlupakan (mudah-mudahan) - yang akan selalu aku jadikan sebagai guru terbaik. "Experience is the best teacher" begitu kata pepatah lama, dan kini aku benar-benar percaya itu.

Keempat - thanks to my ponsel pintar  (Smartfren) dan ponsel pintar pinjaman kakak ketigaku (Samsung) - dengan segala piranti canggihnya - yang sudah sangat menunjang mobilitas dan dinamisme hidupku sebagai manusia yang hidup di jaman now. Kalian luar biasa.

Kelima -  ucapkan terima kasih juga aku sematkan kepada perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan - Smartfren dan Indosat - yang akhir-akhir ini mulai menjengkelkan karena terus menerus menyuruhku daftar ulang dengan berbagai ancaman. Tapi tak apa, kalian tetap berjasa dan punya andil di hidupku.

Keenam - spesial thanks to kamera-kamera super canggih milik teman-teman sekalian - baik teman hidup maupun teman mejeng - yang mana telah mengubah potret diriku yang sesungguhnya coklat menjadi putih dan berseri. Bagiku itu emejing sekali. Setidaknya, 10 tahun ke depan saat Fai berusia 13 tahun, dia akan mengira bahwa ibunya dulu begitu good looking. Padahal itu efek kamera jahat. Hehehe...

Ketujuh -  terima kasih kepada kakakku (lagi) yang telah mengijinkanku berasik-asik ngegas ngerem  di jalanan dengan  Smash miliknya selama lebih dari 6 tahun. Sekaligus maaf juga karena telah mendominasi dalam segi pemakaian. #mianhae

Delapan - tentu saja terima kasih kepada segenap jajaran pemerintah yang telah menyediakan jalanan lengkap dengan lampu merah-kuning-hijaunya. Semoga rambu itu tidak dibuat semata-mata untuk rakyat kecil saja.

Sembilan -  teruntuk malam, terima kasih karena gelapmu mampu membuatku tidur dan bermimpi. Baik itu mimpi indah maupun mimpi yang tak sempurna.

Terakhir - segala doa dan pengharapan biarlah menjadi pembicaraan antara aku dan penciptaku. Hal-hal yang tidak aku ungkapkan juga biarlah menjadi rahasia antara aku, setan dan Gusti Allah.

Sekian dan terima kasih.

Kalibagor, 6 April 2018

***

Nb: Ingat!! Pemilik akun tak pernah salah.