Rabu, 12 April 2017

Top Quotes 'Rindu - Tere Liye' yang Bikin Hati Adem

"Ini adalah kisah tentang masa lalu yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Tentang kekasih hati. Tentang cinta sejati. Tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan."


 Judul Buku : Rindu
Penulis : Tere Liye
Cetakan Pertama : Oktober 2014
Penerbit : Republika Penerbit

Akhirnya… setelah berhari-hari nyicil baca, lembar demi lembar, cerita-demi cerita, barulah dihari kesepuluh genap sudah 544 halaman kukatamkan novel ini. Lumayan lama ya, hehehe… Yaaaa meskipun aku hobi membaca, nyatanya terlalu lama membaca malah bisa bikin kepala pusing. Punya otak kualitas pas-pasan itu emang sedikit susah. Dan karena siang sibuk bekerja hingga sore, jadilah aku hanya membaca beberapa puluh halaman saja per malam.


Penampakan ketebalan novel 'Rindu'

Ini adalah novel pertama karya Bang Tere yang aku beli. Yaitu sebelum Sepotong Hati yang Baru Keduanya aku beli dari situs belanja online #bukalapak (ngiklan sedikit ya).*meski ngga dapat royalty* hehehe

Sebenarnya ‘RINDU’ adalah pelarian. Pelarian dari hasrat ingin shopping seperti yang sudah aku tulis dalam Antara 'Rindu' dan 'Garis Waktu - Sebuah Perjalanan Menghapus Luka' beberapa waktu lalu. Dan berkat pelarian ini, aku seperti menemukan hobi baru, yaitu beli buku, hahaha *wanita mah gitu, sukanya beli-beli*. Dan novel-novel karya Tere Liye selalu saja berada di list paling atas untuk dibeli (dan kemudian di baca pastinya). Jadi bisa dibilang, tulisan Beliau itu bisa bikin kita jadi pecandu. Pecandu yang haus akan kisah menyentuh hati lainnya.jiiiaaahhhh…

Membaca novel ‘RINDU’ itu, rasanya seperti sedang belajar menyikapi kehidupan melalui lima tokoh utama yang dihadirkan sang penulis. Lima tokoh yang dipertemukan melalui sebuah perjalanan panjang dalam rangka menunaikan ibadah haji di penghujung tahun 1938. Adalah Blitar Holland, kapal perniagaan besar milik Belanda yang melatari semua kisah itu.

Bonda Upe, Daeng Andipati, Ambo Uleng, Mbah Kakung dan Mbah Putri Slamet, serta Gurutta, sukses menarikku ke dalam kisahnya yang mengharu biru. Kisah yang membuatku lupa kalau saat itu sudah jam 2 dini hari, tatkala aku masih asyik membuka lembar demi lembarnya. Dan sukses membuatku menarik tissu, menyeka mata yang mulai panas dan berembun. Sedangkan kehadiran Ana, Elsa, Kapten Phillips, Ruben dan Chef Lars menjadi bumbu tersendiri untuk mempermanis cerita dalam novel ‘RINDU’ ini.

Penampakan cover belakang


Banyak kutipan menarik tentang kehidupan yang bisa kita temui dalam novel ini. Kalimat-kalimat yang membuat kita menilik kehidupan dari segi yang berbeda. Bukan hanya menyejukkan hati, tapi juga memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan berikut beberapa quotes yang aku ambil dari novel Best Seller ‘RINDU’ :


#1 : TENTANG MENYIKAPI MASA LALU

“Saat kita tertawa, hanya kitalah yang tahu persis apakah tawa itu bahagia atau tidak. Boleh jadi, kita sedang tertawa dalam seluruh kesedihan. Orang lain hanya melihat wajah. Saat kita menangis pun sama, hanya kita yang tahu persis apakah tangisan itu sedih atau tidak. Boleh jadi kita sedang menangis dalam seluruh kebahagiaan. Orang lain hanya melihat luar.”

“Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu. Buat apa dilawan? Dilupakan? Itu sudah menjadi bagian dari hidup kita. Peluk semua kisah itu. Berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Itulah cara terbaik mengatasinya. Dengan kau menerimanya, perlahan-lahan dia akan memudar sendiri. Disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan baru yang lebih bahagia. Apakah mudah melakukannya? Itu sulit. Tapi bukan berarti mustahil.”

“Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Itu kehidupan kita. Tidak perlu siapa pun mengakuinya untuk dibilang hebat. Kitalah yang tahu persis setiap perjalanan hidup yang kita lakukan. Karena sebenarnya yang tahu persis kita bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya kita sendiri. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.”

“Kita tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun bahwa kita itu baik. Buat apa? Sama sekali tidak perlu. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Karena toh, kalaupun orang lain menganggap kita demikian, pada akhirnya tetap kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang sebaik itu.”

===============================


#2 : TENTANG CINTA SEJATI

“Apakah cinta sejati itu? Maka jawabannya, dalam kasus kau ini, cinta sejati adalah melepaskan. Semakin sejati perasaan itu, maka semakin tulus kau melepaskannya. Aku tahu kau akan protes, bagaimana mungkin? Kita bilang cinta itu sejati, tapi kita justru melepaskannya? Tapi inilah rumus terbalik yang tidak pernah dipahami oleh pecinta. Mereka tidak pernah mau mencoba memahami penjelasannya.”

“Lepaskanlah. Maka esok lusa, jika dia adalah cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu. Kisah-kisah cinta di dalam buku itu, di dongeng-dongeng cinta, atau hikayat orang tua, itu semua ada penulisnya. Tapi kisah cinta kau, siapa penulisnya? Allah. Penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Tidakkah sedikit saja kau mau meyakini bahwa kisah kau pastilah yang terbaik yang dituliskan.”

“Dengan meyakini itu, maka tidak mengapa kalau kau patah hati, tidak mengapa kalau kau kecewa, atau menangis tergugu karena harapan, keinginan memiliki, tapi jangan berlebihan. Jangan merusak diri sendiri. Selalu pahami, cinta yang baik selalu mengajari kau agar menjaga diri. Tidak melanggar batas, tidak melewati kaidah agama. Karena esok lusa, ada orang yang mengaku cinta, tapi dia melakukan begitu banyak maksiat, menginjak-injak semua peraturan dalam agama, menodai cinta itu sendiri. Cinta itu ibarat bibit tanaman. Jika ia tumbuh di tanah yang subur, disiram dengan pupuk pemahaman baik, dirawat dengan menjaga diri, maka tumbuhlah dia menjadi pohon yang berbuah lebat dan lezat. Tapi jika bibit itu tumbuh di tanah yang kering, disiram dengan racun maksiat, dirawat dengan niat jelek, maka tumbuhlah ia menjadi pohon meranggas, berduri, berbuat pahit.”

“Jika harapan dan keinginan memiliki itu belum tergapai, belum terwujud, maka teruslah memperbaiki diri sendiri, sibukkan dengan belajar. Sekali kau bisa mengendalikan harapan dan keinginan memiliki, maka sebesar apa pun wujud kehilangan, kau akan siap menghadapinya. Jika pun kau akhirnya tidak memiliki gadis itu, besok lusa kau akan memperoleh pengganti yang lebih baik.”

==============================

#3 : TENTANG KEIKHLASAN MENERIMA TAKDIR ALLAH

“Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Segala sesuatu yang kita anggap buruk, boleh jadi baik untuk kita. Sebaliknya, segala sesuatu yang kita anggap baik, boleh jadi amat buruk bagi kita. Mulailah menerima dengan lapang hati. Karena kita mau menerima atau menolaknya, dia tetap terjadi. Takdir tidak pernah bertanya apa perasaan kita, apakah kita bahagia, apakah kita tidak suka. Takdir bahkan basa basi menyapa pun tidak. Tidak peduli, Nah. Kabar baiknya, karena kita tidak bisa mengendalikannya, bukan berarti kita jadi makhluk tidak berdaya. Kita tetap bisa mengendalikan diri sendiri bagaimana menyikapinya. Apakah bersedia menerimanya, atau mendustakannya.”

“Lahir dan mati adalah takdir Allah. Kita tidak mampu mengetahuinya. Pun tiada kekuatan bisa menebaknya. Kita tidak bisa memilih orangtua, tanggal, tempat. Tidak bisa. Itu hak mutlak Allah. Kita tidak bisa menunda, atau memajukannya walau sedetik.”

“Biarkanlah waktu mengobati seluruh kesedihan. Ketika kita tidak tahu mau melakukan apa lagi, ketika kita merasa semua sudah hilang, musnah, habis sudah, maka itulah saatnya untuk membiarkan waktu menjadi obat terbaik. Hari demi hari akan menghapus selembar demi selembar kesedihan. Minggu demi minggu akan melepas sepapan demi sepapan kegelisahan, bulan, tahun, maka rontok sudahlah bangunan kesedihan di dalam hati. Biarkanlah waktu mengobatinya, maka semoga kita mulai lapang hati menerimanya. Sambil terus mengisi hari-hari dengan baik dan positif.”

==============================

#4 : TENTANG KEBENCIAN DAN MEMAAFKAN

“Karena Allah menjanjikan barang siapa yang menutup aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Itu janji yang hebat sekali. Kalaupun ada saudara kita yang tetap membahasnya, mengungkitnya, kita tidak perlu berkecil hati. Abaikan saja. Dia melakukan itu karena ilmunya dangkal. Doakan saja semoga besok lusa dia paham.”

“Saat kita memutuskan memaafkan seseorang, itu bukan persoalan apakah orang itu salah, dan kita benar. Apakah orang itu memang jahat atau aniaya, bukan! Kita memutuskan memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian di dalam hati.”

==============================

#5 : TENTANG MENGHADAPI KENYATAAN

“Kita keliru sekali jika lari dari sebuah kenyataan hidup. Sungguh, kalau kau berusaha lari dari kenyataan itu, kau hanya menyulitkan diri sendiri. Ketahuilah semakin keras kau berlari, maka semakin kuat cengkeramannya. Semakin kencang kau berteriak melawan, maka semakin kencang pula gemanya memantul, memantul, dan memantul memenuhi kepala.”

“Tidak selalu orang lari dari sesuatu karena ketakutan atau ancaman. Kita juga bisa pergi karena kebencian, kesedihan, ataupun karena harapan.”



==============================


Over all, novel ini recomended banget buat dibaca. Saya suka semuanya, terutama kisah meninggalnya Mbah kakung dan Mbah putri Slamet yang sukses membuatku menitikkan air mata. Menurut penilaian aku pribadi nih, kisah ini lebih romantis dibandingkan Romeo and Juliet. Puncak romantisme menurutku tersirat dalam paragraf yang menerangkah bahwa akhirnya, di perjalanan pulang haji, Mbah kakung Slamet meninggal dunia. Jasadnya juga ditenggelamkan ke laut. Dan jika kita bisa melihat ke dalam lautan, maka kita akan melihat bahwa jasad Mbak kakung Slamet jatuh persis di sebelah jasad Mbah putri Slmaet. Subhanallah...

Rindu - Tere Liye


Baca Juga:
[Review] Sepotong Hati yang Baru - Tere Liye
Top Quotes 'Garis Waktu' yang Dijamin Bikin Baper | Fiersa Basari
[Sinopsis] Dilan - Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 | Pidi Baiq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar