Minggu, 18 Juni 2017

Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk

Cover buku 'Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk'
==========o0o==========

Tuhan, harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan. Kami benar-benar sibuk, sehingga kami amat sulit menyempatkan waktu untuk-Mu.

Tuhan, kami sangat sibuk. Jangankan berjamaah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda. Jangankan rawatib, zikir, dan tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah sangat memberatkan kami.

Jangankan puasa Senin-Kamis, jangankan ayyamul baith, jangankan puasa Daud, bahkan puasa Ramadhan saja kami sering mengeluh.

Tuhan, maafkan kami, kebutuhan dunia ini masih sangatlah banyak, sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu. Jangankan sedekah, jangankan jariah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja sering kali terlupa.

Tuhan, urusan-urusan dunia kami masih amatlah banyak. Jadwal kami masih amatlah padat. Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu. Kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud, menangis, mengiba, berdoa, dan mendekatkan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu.

Tuhan, tolong, jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami.

Karena kami masih terlalu sibuk.

==========o0o==========

Dikutip dari sebuah buku best seller berjudul Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk karya Ahmad Rifa'i Rif'an.

Senin, 12 Juni 2017

Surat Cinta Untuk Arjuna

Part 1 :
"Ada seseorang dalam hidupmu yang ketika ia pergi, maka ia juga membawa sepotong hatimu."
 ==============================

Kalau saja aku tahu, waktu itu adalah kali terakhir aku melihatmu, aku akan mengucapkan hal yang lebih baik. Dan semoga waktu kembali mempertemukan kita meski cuma satu kali (lagi). Hanya sekedar untukku mengucapkan "Hai, apa kabar?" atau "Selamat tinggal."

Ah, ternyata nasehat lama itu benar sekali. Aku hanya perlu bersyukur pernah mengenalmu dengan semua hal indah yang pernah terjadi (bagiku itu indah, mungkin tidak bagimu).

Meski begitu, lewat mata yang tak sempat bertatap, tangan yang tak sempat berjabat, tetap saja masih ada salah dan khilaf yang terlewat di antara kita.

Mungkin maut lebih dekat denganku daripada restu semesta untuk mempertemukan kita (lagi). Jadi meski sudah sangat terlambat, dari hati yang paling dalam aku hanya ingin menyampaikan sederet maaf yang (mungkin) tak pernah mampu tersampaikan secara langsung.

Maaf, pernah hadir dihidupmu.
Maaf, pernah menyita waktumu.
Maaf, pernah menyukaimu.
Maaf, pernah berharap padamu.
Maaf, pernah salah paham tentangmu.
Dan maaf, untuk semua salah serta khilafku yang sengaja maupun yang tidak disengaja, yang tampak maupun yang sembunyi-sembunyi, yang dilisankan maupun yang dibatin saja.

Maafkan aku, atas cinta yang pernah aku sembunyikan secara terang-terangan.

==============================

Sumber referensi:
Sepotong Hati yang Baru - Tere Liye
Garis Waktu (Sebuah Perjalanan Menghapus Luka) - Fiersa Besari
Tentang Kamu - Tere Liye
Surat Cinta Untuk Starla - Virgoun

==============================

Artikel rujukan: