Senin, 14 November 2016

Makna lagu "DI ATAS NORMAL" by Peterpan



“Di Atas Normal” adalah salah satu lagu favorit ane yang dibawakan oleh group band PETERPAN. Musik yang khas ala-ala Peterpan berpadu sempurna dengan lirik yang dalam serta suara khas sang vokalis, Ariel. Lagu yang masuk dalam album kedua peterpan “BINTANG DI SURGA” tahun 2004 ini masih saja enak didengar  meski udah lebih dari 15 tahun sejak rilis. 

Jika dicermati liriknya, mungkin ini seperti perasaan seseorang yang gagal move on. Seseorang yang ditinggalkan kekasihnya tanpa alasan yang jelas. Dan meski begitu, ia justru terus mencari kekasihnya itu, kekasih yang seharusnya ia benci. Hingga suatu hari ia berpikir bahwa apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang tidak normal. Sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan oleh orang normal setelah dicampakan. 

Berikut lirik lengkapnya… check this out…

PETERPAN – Di Atas Normal

Pikiranku tak dapat kumengerti
Kaki di kepala, kepala di kaki
Pikiranku patutnya menyadari
Siapa yang harus dan tak harus kubenci

Tetapi tak dapatku mengerti

Sesuatu yang baru kusadari
Kau tinggalkanku tanpa sebab yang pasti
Sesuatu yang harusnya terjadi
Kau sakiti aku kau yang harus kubenci

Tetapi tak dapat ku mengerti
Tak dapat ku mengerti

Ooo… Ku mencari sesuatu yang telah mati
Ku mencari hati yang kubenci
Ooo… Ku mencari sesuatu yang tak kembali
Ku mencari hati yang kubenci

Tetapi tak dapat ku  mengerti
Tak dapat ku mengerti

Ooo… ku mencari sesuatu yang telah pergi
Ku mencari hati yang kubenci
Ooo… ku mencari sesuatu yang tak kembali
Ku mencari hati yang kubenci
Ooo… ku mencari tetap tak dapat kutemui
Ku mencari hati yang kubenci

Jumat, 11 November 2016

Masker Alami Untuk Wajah Putih Bersih



Punya wajah putih bersih siapa sih yang ngga pengin. Selain mencuci wajah dengan sabun cuci muka, kita sebagai wanita juga seringkali menggunakan masker wajah untuk hasil yang lebih maksimal. Berbagai merk masker pun bertebaran di toko-toko dan supermarket. Tentu dengan farian bahan dasar yang beragam pula. Sebut saja bengkoang, tehh hijau, mutiara, atau berbagai macam bunga dan yang lagi ngetrend adalah masker lumpur. Nggak paham juga sih itu lumpur apa soalnya belum pernah nyoba.


Untuk urusan masker sebaiknya kita selektif ya sist, soalnya tiap bahan dasar itu pasti ada manfaatnya masing-masing yang meskipun sama-sama masker tapi khasiatnya beda-beda. So, budayakan membaca sebelum membeli. Dan yang ngga bisa kita pastikan adalah ada tidaknya bahan kimia yang terkandung di dalam masker tersebut. Yang namanya kosmetik dengan jangka waktu expired bertahun-tahun wajarlah jika kita sedikit menaruh curiga akan terkandungnya senyawa-senyawa berbahaya yang justru bisa merugikan kita di kemudian tahun ( karena efek samping biasanya muncul setelah sekian tahun kemudian).


Buat sista-sista  yang mau cari aman dan bersedia sedikit ribet, bisa deh buat masker wajah sendiri di rumah. Berikut 2 masker wajah dari bahan alami yang bisa jadi alternatife solusi cantik nan sehat:

1. Masker beras
Kita bisa merendam sedikit beras dengan air hangat, setelah beberapa jam kita ambil berasnya dan diulek aja pake ulekan atau bisa juga pake blender. Kemudian tambahkan satu sendok air perasan jeruk nipis. Aduk rata dan aplikasikan ke wajah sambil sedikit digosok secara perlahan. Setelah itu oleskan ramuan tadi secara merata pada wajah. Biarkan sekitar 15-30 menit sampai mongering. Lalu bilas dengan hangat dan pada bilasan terakhir gunakan air dingin biasa, bilas hingga bersih ya sist biar bersih maksimal. Beberapa teman nyaranin buat pakai tepung beras aja yang beli di warung jadi ngga usah ribet harus ngulek. Tapi aku lebih memilih mengulek sendiri, karena hasil ulekan yang nggak halus banget justru menyerupai scrub saat diaplikasikan ke wajah.


      2. Masker bengkoang

Cara bikinnya simple aja. Kupas bengkoang, parut, dan peras airnya menggunakan kain. Air perasan inilah yang kita ambil untuk diendapkan. Setelah air perasan ditampung dalam wadah (bisa gelas/cangkir/mangkuk) diamkan beberapa jam sampai terlihat endapan-endapan putih di dasar wadah. Setelah endapan terlihat, buang airnya secara perlahan hingga menyisakan saripati bengkoangnya saja. Nah saripati bengkoang inilah yang akan kita gunakan sebagai masker wajah. Kita bisa menambahkan sedikit air perasan jeruk nipis. Setelah tercampur oleskan ramuan ini kewajah secara merata. Biarkan hingga mongering atau sekitar 15-20 menit. Kemudian bilas dengan air hangat lalu air dingin hingga bersih. Nikmati kesegaran setelah pemakaian masker ini. 

Menurut beberapa artikel yang pernah saya baca, kandungan dalam saripati bengkoang mampu mengangkat sel-sel kulit mati sehingga mempercepat regenerasi sel kulit selanjutnya dan membuat wajah kita tampak lebih putih dan bersih. Begitu juga dengan tepung beras yang dapat dicampur dengan madu atau minyak zaitun untuk hasil yang lebih ciamik.


Oke kiranya dua cara itu yang pernah saya coba, sayangnya ngga rutin jadi hasilnya belum maksimal. Tapi poin pentingnya adalah aman untuk dicoba karena 100% tanpa bahan kimia. Kedua masker di atas juga nggak akan bikin kantong kita bolong karena bahan-bahan yang dipakai tergolong murah dan mudah didapat. Semoga bermanfaat.

Anji - Dia





Jadi ceritanya pas lagi kerja kemarin-kemarin speaker music muter lagu dari Anji yang berjudul DIA. Liriknya ringan tapi daleeeeem banget. Jleb banget sama kenangan masa-masa pertama kenal “dia”. Beberapa kali diputer tetep nikmatin aja musiknya sambil pikiran melayang-layang ke masa lalu. Aduh… jadi baper nih. 

Ngga puas cuma denger di tempat kerja aja, itupun kadang-kadang kalo diputer. Iseng-iseng download aja di 4shared yang mudah nan cepat. Jadi deh tuh lagu sekarang nangkring di playlist henpun ane.

Saking seringnya ngedengerin sekarang udah apal liriknya. Begini nih gan…

Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu
Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta
Hati ini kembali temukan cinta yang hilang
Semua itu karna dia

Oh Tuhan kucinta dia, kusayang dia
Rindu dia, inginkan dia
Utuhkanlah rasa cinta dihatiku
Hanya padanya, untuk dia

Jauh waktu berjalan kita lalui bersama
Betapa di setiap hari ku jatuh cinta padanya
Dicintai oleh dia kumerasa sempurna
Semua itu karna dia.

Review Pembersih dan Penyegar Sariayu





Kali ini aku akan mereview produk pembersih dan penyegar dari brand Sariayu Martha Tilaar, produk asli Indonesia yang udah terkenal di kancah perkosmetikan.

Pembersih dan penyegar dari Sariayu ini menyediakan beberapa farian yang bisa kita sesuaikan dengan kulit wajah kita. Jeruk untuk kulit normal berminyak, mawar untuk kulit kering, dan kenanga untuk kulit normal.

Berhubung kulitku yang selalu mengkilap alias berminyak jadi aku pilih yang farian jeruk karena berdasarkan caption singkat di botol kemasan terdapat kandungan lime extract yang membantu mengurangi kelebihan minyak pada wajah. Untuk coba-coba aku pilih botol paling kecil yang isinya Cuma 100 ml. Harganya juga terjangkau, aku lupa persisnya tapi sekitar 8.000-9.000 rupiah baik pembersih maupun penyegarnya. Itu harga bandrol toko supermarket di daerah tempatku tinggal ya sist. Harga bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung destinasi pembelian.

Pembersih dan penyegar sariayu jeruk ini juga dilengkapi refreshing aromatic peppermint oil sebagai aromaterapi yang aromanya memberikan kesegaran saat diaplikasikan ke kulit wajah.
Cara pakainya mudah saja. Untuk pembersih kita tinggal oleskan pada wajah dan leher sambil dipijat dengan lembut. Setelah itu bersihkan dengan kapas. Untuk penyegar kita tuangkan saja pada kapas dan usapkan pada wajah.

Berdasarkan pengalamanku memakai produk ini, setelah pemakaian kulit wajah tetap glossy alias masih berminyak, tapi emang ampuh mengangkat sisa-sisa make up yang ngga sepenuhnya dibersihkan sama sabun cuci muka biasa. Jadi meskipun masih glossy wajah berasa lebih enteng dan alus. Ampuh nih buat mencegah jerawat hinggap di wajah kita. Trus lagi produk yang satu ini  juga ngga menimbulkan efek ketergantungan, jadi aman-aman aja buat sista-sista yang emang ngga rutin bersihin muka alias kadang-kadang aja. Recommended deh buat dicoba.

Terlepas dari kualitas yang ok, perlu diingat ya sist, bahwa semua tergantung kecocokan dengan kulit wajah, apalagi kulit wajah yang sensitif. Apabila mengalami alergi atau tanda-tanda ketidakcocokan setelah beberapa kali pemakaian, sebaiknya berhenti menggunakan produk ini dan coba konsultasikan masalah kulit wajah dengan ahlinya untuk dapat memilih produk kecantikan yang sesuai tanpa harus coba-coba berbagai macam produk.

Oke sekian yang bisa aku bagi mengenai pembersih dan penyegar jeruk dari Sariayu Martha Tilaar. Semoga bermanfaat.

Rabu, 09 November 2016

Terlambat Memilih Cita-cita?



"Kecil disuka... Muda terkenal... Tua kaya raya... Mati masuk surga."
Skenario hidup yang sempurna, namun faktanya hidup tak seindah drama korea ya gaes. Semua ada resep, tips and triknya.

Seperti saat kita kecil, kita punya cita-cita yang tingginya ampuuuuun dah, bikin nggak kelihatan dari bumi. Tapi pas diperjuangin susah payahnya juga ampun-ampunan. Pengin jadi guru, kudu belajar dulu gaes biar pinter. Pengen jadi dokter juga belajar dulu, pokoknya semua cita-cita itu kudu ada perjuangannya terlebih dahulu.

Buat apa punya cita-cita?
Supaya hidup kita itu punya makna, lebih berarti and so pasti lebih terarah untuk menunjang masa depan (sebenarnya mungkin juga untuk menjamin masa tua). Disisi lain cita-cita itu juga bisa merupakan panggilan hati. Hati yang condong menyukai suatu hal, atau disebut hobby. Hobby seseorang biasanya berkaitan erat dengan cita-cita yang ingin diraihnya di masa mendatang.

Kapan cita-cita harus mulai deperjuangkan?
Semakin dini semakin bagus. Kita bisa menunda, tapi waktu takan menunggu.

Jika terlambat punya cita-cita?
Lebih baik terlambat, daripada nggak punya.

So gaes, tak peduli sekarang kita berusia 5 tahun, 10 tahun, 17 tahun, 21 tahun, 25 tahun, 30 tahun atau 40 tahun. Kita masih dan selalu berhak punya cita-cita dan memperjuangkannya demi kehidupan yang lebih baik. Atau demi kepuasan hati. Atau demi apapun yang penting itu membawa kebaikan minimal bagi diri sendiri, syukur-syukur baik juga untuk orang lain.

Tetap semangat.... and keep believe, that impossible is nothing.