Jumat, 16 Desember 2016

Menjaga Hati - Yovie & Nuno



Masih tertinggal bayanganmu
Yang telah membekas di relung hatiku
Hujan tanpa berhenti seolah pertanda
Cinta tak disini lagi kau tlah berpaling

Biarkan aku menjaga perasaan ini
Menjaga segenap cinta yang telah kau beri
Engkau pergi aku takkan pergi
Kau menjauh aku takkan jauh

Sebenarnya diriku masih mengharapkan mu

Masih adakah cahaya rindumu
Yang dulu selalu cerminkan hatimu
Aku takkan bisa menghapus dirimu
Meski ku lihat kini kau di seberang sana

Biarkan aku menjaga perasaan ini
Menjaga segenap cinta yang telah kau beri
Engkau pergi aku takkan pergi
Kau menjauh aku takkan jauh

Sebenarnya diriku masih mengharapkan mu

Andai akhirnya kau tak juga kembali  
Aku tetap sendiri menjaga hati
Biarkan aku menjaga perasaan ini
Menjaga segenap cinta yang telah kau beri
Engkau pergi aku takkan pergi
Kau menjauh aku takkan jauh




Sebenarnya diriku masih mengharapkan mu

Benarkah Arjuna itu Sosok Idaman?




Tampan, sakti, berjiwa pemimpin, mahir dalam perang. Demikian sekelumit gambaran sosok Arjuna dalam dunia pewayangan. Tak heran jika ia digandrungi oleh para wanita. Dan di jaman modern yang apa-apa pake kuota seperti sekarang nyatanya masih ada juga sosok arjuna. Cowok tampan = Arjuna, Cowok baik hati = Arjuna, Cowok bak pahlawan = Arjuna. Nah loh banyak banget kan arjuna-arjuna masa kini.

Dan terlepas dari sifat-sifat yang menyerupai Arjuna (yang sesungguhnya) nyatanya sebutan arjuna juga meleset pada sosok pria yang kita sukai. Sepertinya Arjuna adalah gambaran pria sempurna di mata wanita. Benarkah?

Diburu rasa penasaran, apakah benar arjuna itu the really pria idaman, maka untuk kesekian kalinya saya berkelana mencari jawaban. Dengan bersenjatakan android jadul plus kuota mulailah berselancar di internet. Hehe biar kekinian gan… hari gini emang paling mudah cari info di internet tinggal ketik aja kata kuncinya langsung deh ribuan artikel muncul dalam sepersekian detik...mabulus mabulus (ala ala jarjit singh).

Dari sekian banyaknya sumber referensi saya condong ke wikipedia. Dan dari panjang lebarnya yang wikipedia hadirkan saya merujuk ke njlentrehan Arjuna dalam Pewayangan Jawa. Dan mengutip apa yang wikipedia catat, berikut boleh disimak :

Arjuna dalam pewayangan Jawa


Arjuna merupakan seorang tokoh ternama dalam dunia pewayangan dalam budaya Jawa Baru. Beberapa ciri khas Arjuna versi pewayangan mungkin berbeda dengan ciri khas Arjuna dalam kitab Mahābhārata versi India dengan bahasa Sanskerta. Dalam dunia pewayangan, Arjuna digambarkan sebagai seorang kesatria yang gemar berkelana, bertapa, dan berguru. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi brahmana di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning. Ia dijadikan kesatria unggulan para dewa untuk membinasakan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Dewa Indra, bergelar Prabu Karitin. dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain: Gendewa (dari Bhatara Indra), Panah Ardadadali (dari Bhatara Kuwera), Panah Cundamanik (dari Bhatara Narada). Setelah perang Bharatayuddha, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata.
Arjuna memiliki sifat cerdik dan pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. Ia memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Ia adalah petarung tanpa tanding di medan laga, meski bertubuh ramping berparas rupawan sebagaimana seorang dara, berhati lembut meski berkemauan baja, kesatria dengan segudang istri dan kekasih meski mampu melakukan tapa yang paling berat, seorang kesatria dengan kesetiaan terhadap keluarga yang mendalam tetapi kemudian mampu memaksa dirinya sendiri untuk membunuh saudara tirinya. Bagi generasi tua Jawa, dia adalah perwujudan lelaki seutuhnya. Sangat berbeda dengan Yudistira, dia sangat menikmati hidup di dunia. Petualangan cintanya senantiasa memukau orang Jawa, tetapi secara aneh dia sepenuhnya berbeda dengan Don Juan yang selalu mengejar wanita. Konon Arjuna begitu halus dan tampan sosoknya sehingga para puteri begitu, juga para dayang, akan segera menawarkan diri mereka. Merekalah yang mendapat kehormatan, bukan Arjuna. Ia sangat berbeda dengan Wrekudara. Dia menampilkan keanggunan tubuh dan kelembutan hati yang begitu dihargai oleh orang Jawa berbagai generasi.
Arjuna juga memiliki pusaka-pusaka sakti lainnya, atara lain: Keris Kiai Kalanadah diberikan pada Gatotkaca saat mempersunting Dewi Pergiwa (putra Arjuna), Panah Sangkali (dari Resi Drona), Panah Candranila, Panah Sirsha, Panah Kiai Sarotama, Panah Pasupati (dari Batara Guru), Panah Naracabala, Panah Ardhadhedhali, Keris Kiai Baruna, Keris Pulanggeni (diberikan pada Abimanyu), Terompet Dewanata, Cupu berisi minyak Jayengkaton (pemberian Bagawan Wilawuk dari pertapaan Pringcendani) dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. Sedangkan ajian yang dimiliki Arjuna antara lain: Panglimunan, Tunggengmaya, Sepiangin, Mayabumi, Pengasih dan Asmaragama. Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu Kampuh atau Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja negara Paranggelung).
Istri dan keturunan
Dalam Mahabharata versi pewayangan Jawa, Arjuna mempunyai banyak sekali istri,itu semua sebagai simbol penghargaan atas jasanya ataupun atas keuletannya yang selalu berguru kepada banyak pertapa. Berikut sebagian kecil istri dan anak-anaknya:
  1. Dewi Subadra, berputra Raden Abimanyu
  2. Dewi Sulastri, berputra Raden Sumitra
  3. Dewi Larasati, berputra Raden Bratalaras
  4. Dewi Ulupi atau Palupi, berputra Bambang Irawan
  5. Dewi Jimambang, berputra Kumaladewa dan Kumalasakti
  6. Dewi Ratri, berputra Bambang Wijanarka
  7. Dewi Dresanala, berputra Raden Wisanggeni
  8. Dewi Wilutama, berputra Bambang Wilugangga
  9. Dewi Manuhara, berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati
  10. Dewi Supraba, berputra Raden Prabakusuma
  11. Dewi Antakawulan, berputra Bambang Antakadewa
  12. Dewi Juwitaningrat, berputra Bambang Sumbada
  13. Dewi Maheswara
  14. Dewi Retno Kasimpar
  15. Dewi Dyah Sarimaya
  16. Dewi Srikandi
Nama lain dan julukan
Dalam wiracarita Mahabharata versi nusantara, Arjuna memiliki banyak nama lain dan nama julukan, antara lain: Permadi (tampan), Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Batara Indra), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Indrasuta, Danasmara (perayu ulung) dan Margana (suka menolong) "Begawan Mintaraga" adalah nama yang digunakan oleh Arjuna saat menjalani laku tapa di puncak Indrakila dalam rangka memperoleh senjata sakti dari dewata, yang akan digunakan dalam perang yang tak terhindarkan melawan musuh-musuhnya, yaitu keluarga Korawa.


Setelah baca sampai akhir, jujur dari sudut pandang saya pribadi yang notabene seorang wanita saya menjadi kurang simpatik akan sosok Arjuna yang beristri banyak, belasan gan. Pikiran saya jadi kemana-mana dan maaf tanpa menyinggung siapapun, sosoknya yang tampan, berjiwa pemimpin, handal dalam perang serta piawai memikat hati wanita mengingatkan saya pada sosok Bapak Proklamator. Ya mungkin kata Samsons itu yang disebut “Naluri Lelaki” kali ya. Kita maklumin aja (karena Arjuna bukan kekasih kita…wkwk)

But, terlepas dari semuanya, bagi saya Arjuna tetap menjadi nama yang indah untuk disebut.  And who are your Arjuna?
^0^

Kamis, 08 Desember 2016

Apakah Alien Ada Dalam Penjelasan Al-Qur'an?


Berawal dari iseng-iseng muasin rasa penasaran akan keberadaan alien, mulailah browsing-browsing di mbah Google. Ane coba ketik "Apakah alien ada dalam penjelasan Al-Qur'an?" Dan wuihhh...

Ternyata banyak juga post-post yang ngebahas alien dari segi islam. Ane klik-klik aja satu per satu. Intinya si hampir sama. Para penulis kompak bahwa kemungkinan makhluk yang kita sebut alien adalah dabbah yang disebut dalam Al Quran.

Hal ini bukan asal-asalan dikemukakan, tentu setelah melewati pembelajaran dan pengkajian lebih dalam tentang ayat yang bersangkutan. Adapun salah satu ayat yang dimaksud adalah: 

"Dan, sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit-langit dan Bumi dan apa yang ditebarkannya pada keduanya dari makhluk melata (dabbah) dan Dia berkuasa mengumpulkannya apabila dikehendaki-Nya". (Alquran, surat as-Syura' [42]: 29)

Berdasarkan ayat tersebut, Allah Swt. menciptkan makhluk melata (dabbah) yang terletak di antara langit dan bumi. Kata Dabbah memiliki arti makhluk yang melata, merangkak dan binatang, dan makhluk melata dalam bahasa arab bisa berarti manusia bukan hanya berarti hewan atau binatang.

Lalu seperti apakah wujud dabbah tersebut ? berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an Dabbah dapat di gambarkan sebagai berikut :

  1. Al-dabbah Memiliki macam warna dan jenis.
  2. Al-dabbah Dapat berkembang biak.
  3. Al-dabbah juga tidak berada di atmosfer Bumi.
  4. Untuk spesies tertentu, dapat berbicara.
  5. Makhluk yang berjalan di atas perutnya, ada yang berjalan dengan 2 atau 4 kaki.
  6. Makhluk yang berpijak, dalam artian makhluk yang memerlukan tempat berpijak.
  7. Dalam Al-Quran Surah Saba' (34) ayat 14, pengertian al-dabbah secara eksplisit mengarah pada binatang rayap. ( Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia te¬lah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka menge¬tahui yang gaib, tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan. (QS Saba [34]: 14) )
  8. Al-dabbah tidak selalu binatang ternak karena dalam Al-Quran Surah Fathir (35) ayat 28 disebutkan secara terpisah dengan binatang ternak. ( Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata, dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun. (QS Fa- thir [35]: 28) )
  9. Wujud al-dabbah dalam pengertian umum adalah makhluk melata yang bertebaran di muka bumi, secara khusus ada yang bertebaran di antara bumi dan langit.
  10. Pada hakikatnya semua al-dabbah bersujud kepada Allah Swt. sehingga al-dabbah memiliki tata cara ibadahnya tersendiri yang berbeda dengan tata cara beribadah manusia.

Lalu apakah al-dabbah itu memang benar alien yang kita maksud dalam bahasan ini ? Para ilmuan juga masih belum bisa mengembangkan menjadi teori ilmiah. Akan tetapi, bila yang di maksud alien adalah makhluk melata yang ada di luar bumi, dapat disimpulkan benar adanya alien itu ( sesuai dengan QS Al-Syura [42]: 29 ).
sumber referensi:  http://www.bermisteri.com/2015/02/makhluk-bermisteri-misteri-alien-di.html