Senin, 03 Juli 2017

[Review] Live Simply Give Love Make History - Ahmad Rifa'i Rif'an

Judul Buku:  Live Simply Give Love Make History
Penulis: Ahmad Rifa'i Rif'an
Editor: Nursito Luky
Tahun Terbit: 2017
Jumlah Halaman: xix + 250 Halaman
Penerbit: PT.Elex Media Komputindo
***
Sebenarnya buku ini sudah lama terdeteksi setelah saya wara-wiri ke gramed meski cuma jalan-jalan cuci mata. Hanya saja, kemarin pas ke sana itu kebetulan pihak gramed lagi beberes. Buku-buku diturunkan dari raknya, menyisakan hanya beberapa saja untuk tetap dipajang. Membuat buku yang didominasi cover warna hitam ini lebih mencolok untuk dilirik. 'Live Simply' yang tertera di awal judul nyerempet banget nih sama blog saya. Mungkin saya dan sang penulis sepemikiran. hehehe... Cuz lah dibayar ke kasir.

Nyampe di kasir, ternyata buku-buku best seller yang biasa nampang pun sudah nggak ada. Apa iya, nie gramed mau tutup? Setelah tanya sama mbak-mbak yang jaga ternyata mau pindah lokasi.

"Pindah ke mana mbak?" tanyaku
"Rita mall mba." Jawabnya.
"Oh. jauh deh, ngga bisa ke sini lagi pas jam istirahat." batinku.

Jadilah hari itu, buku karya Rifa'i Rif'an menjadi hasil kunjungan terakhir di gramed Tamara Plaza, bersama satu buku lain yang saya beli karena aji mumpung. Mumpung masih di sini (mudah-mudahan ngga kecewa pas baca nanti).

==============================


Dengan bahasa yang mudah dipahami, rasanya asik-asik saja untuk terus membaca lembar-demi lembarnya. Bagi yang hobby membaca mungkin buku ini bisa dilibas dalam sekali duduk. Tapi bagi saya, tiga hari merampungkan kisah inspiratif 200an halaman ini sudah cukup cepat. Hehehe... Karena biasanya saya hanya membaca 25-50 halaman saja per hari. 😌😌

Oya, sebelumnya buku ini berjudul My Life My Adventure dan setelah dicetak ulang beberapa kali, penerbit berinisiatif untuk mengemas buku ini dengan desain dan judul yang baru demi menghadirkan nuansa segar. Life Simply Give Love Make History, sebuah judul yang hendak membangkitkan semangat untuk menjalani hidup yang penuh arti. Buku tentang kehidupan sehari-hari yang ada dalam diri dan sekitar kita ini, ditulis oleh penulis bestseller yang telah menuliskan puluhan buku. Waaawwww....

Ada banyak quote dari tokoh terkenal yang menghiasi buku ini. Selain kisah hidup pribadinya, sepertinya penulis memang terinspirasi dari buku-buku karya tokoh ternama yang telah dibacanya, atau dari kisah hidup sang panutan tersebut. Seperti Mike Tyson, Jacky Chan, Imam Al Ghazali, Albert Einstein, Imam syafi'i dan masih banyak lainnya.

Trus lagi nih, bagi kawula muda yang lagi galau karena kuliah ngga lulus-lulus tapi terus-terusan ditanya "Udah wisuda?'
Nyari kerja ngga dapet-dapet tapi terus-terusan ditanya "Kerja di mana?"
Gaji pas-pasan tapi terus-terusan ditanya "Gajinya berapa?"
Belum ketemu jodohnya tapi terus-terusan ditanya "Kapan nikah?"
Belum punya anak tapi terus-terusan ditanya "Udah punya momongan?"

Maka buku ini berhak ada dalam list bacaan kamu, barangkali nemu jawabannya. hehehe 😁😂 *aduuuuh.... Pertanyaan-pertanyaan itu emang horor ya bagi telinga, sensi juga kalau nyampe ke hati. Memberi pelajaran juga buat saya untuk mengontrol tanya-tanya model begitu*

Yang masih punya keinginan dan belum kesampaian, tenang.... Buku ini juga meramunya, lengkap dengan petunjuk untuk mencapainya. Yang paling saya ingat adalah "Tuhan itu Maha Kaya, Maha Kuasa, jadi jangan minta yang remeh-remeh." Kalimat yang sedikit menggoyahkan pemikiran saya yang selalu menaruh harapan sederhana,  serealistis mungkin agar bisa tercapai, dan yang paling utama adalah agar tidak kecewa jika gagal.

Menurut Ahmad Rifa'i, mimpi itu harusnya yang imajinatif, yang mustahil sekalipun. Yang harusnya realistis itu usaha untuk mewujudkannya. Semakin tinggi cita-citanya maka semakin besar dan ngotot ikhtiarnya. Dan jangan lupa tawakal. Jika toh nantinya gagal juga, yakin saja bahwa Allah selalu punya rencana yang lebih baik. *bener juga sie.. *

Buku ini juga menyuguhkan pesan singkat tentang sedekah, tentang menyikapi suatu persoalan dengan mengambil sudut pandang yang berbeda, tentang membuang topeng gengsi dan masih banyak hal menarik lainnya dibahas dalam buku berukuran 14 x 21 cm ini.

==============================

Secara garis besar, ada 4 hal yang digagas sang penulis untuk mendorong kita menjadi pribadi yang low profile but high quality. Berikut beberapa kutipan yang saya ambil dari keempat gagasan itu:



Bagian 1: Hard Work

“Kelemahan kita hari ini jangan sampai bikin kita minder merencanakan masa depan yang hebat, yang cerah, yang menakjubkan. Sekelam apapun masa lalu kita, masa depan kita masih putih. Kita masih punya waktu untuk mengubah.”

“Selalu katakan pada diri: Mana mungkin aku bisa menggapai masa depan yang hebat jika saat ini aku bersantai menggapai impian tinggiku.”

“Nasehat apapun, jika dibaca dari sudut negative, pasti yang tampak hanya salahnya. Bukannya mawas diri, yang hadir justru mencurigai sang penasehat.”

“Masalah hidup adalah filter yang membedakan manusia yang lemah dan yang kuat, yang cengeng dan yang tegar, yang pantang menyerah dan yang mudah putus asa.”

“Ketika kondisi terpaksa membawamu pada keadaan yang minim, sehingga pendidikan tinggi tak berpihak padamu, jangan menyerah. Kualitas manusia tak dinilai dari gelarnya.”

“Kalau bekerja hanya dilakukan demi mendapatkan uang, tanpa punya motivasi lain untuk berkembang, bisa ditebak, kerja bisa dianggap menjadi tugas yang berat.”

“Yang penting jangan mudah nyerah. Hidup memang susah, tapi lebih susah jika kita hanya ngeluh di fesbuk tanpa upaya.”

Bagian 2: Have Fun

“Seseorang baru merasakan betapa nikmatnya berkecukupan ketika kemiskinan menempanya. Baru merasakan nikmatnya sehat ketika sakit dirasakannya.”

”Apakah kenikmatan surga dan rida Allah tak lagi menggiurkan bagi kita, sehingga saat sedekah kita hanya berharap harta kita berlipat ganda? Tiap tahajud hanya agar keinginan kita terwujud? Kita berduha hanya agar dunia kita dicukupi-Nya?”

“Tetaplah menjadi manusia yang sikap hidupnya sederhana. Kesederhanaan membuat orang tulus mencintai saat kita berada di atas. Kesederhanaan pula yang membuat orang tetap mencurahkan kasihnya saat kita berada di bawah.”

Bagian 3: Hard Pray

“Tak ada yang bisa menandingi keputusan Tuhan. Kita boleh menulis impian semuluk mungkin. Tapi tetap, penghapusnya ada pada Allah.”

“Jangan pernah memaksa Tuhan menuruti semua kemauan kita. Karena belum tentu saat kemauan itu terkabul, hidup kita lebih bahagia.”

“Setiap manusia pasti punya masalahnya masing-masing. Masalah yang dihadirkan Tuhan adalah media untuk mendewasakan kita.”

“Kita mudah sekali mengeluh dalam hidup. Alasannya sepele, karena kita lupa bahwa nikmat dan karunia Tuhan yang tiap saat berlimpah, tak lagi kita anggap.”

“Tak kan pernah patah hati orang yang menjadikan Allah sebagai cinta pertamanya.”

“Allah tidak melarang manusia untuk berkeinginan. Bahkan keinginan yang diungkapkan kepada Allah, hakikatnya adalah doa.”


Bagian 4: Make History

“Ada yang raganya sudah terkubur tapi jasa dan amalnya masih tumbuh dengan subur. Namun ada yang raganya hidup, tapi seolah mayat berjalan. Ada dan tiadanya di dunia, tak ada bedanya.”
 
“Sosial media memiliki dua potensi. Ia mampu meningkatkan pahala kebaikan, juga mampu meningkatkan dampak keburukan. Bergantung penggunanya.”

“Hidup hanya sekali, jadikan ia penuh petualangan. Jangan sampai menghiasinya dengan aktivitas yang biasa-biasa saja. Bekerjalah lebih keras, nikmati pilihan hidup yang kau percaya bisa menghebatkan masa depan, dekati Sang Pencipta hidupmu. Ukir namamu di panggung sejarah.”

“Masa muda hanya sekali, manfaatkan dan optimalkan dengan sebaik mungkin. Karena masa ini tak akan pernah kita ulangi lagi.”

“Sukses sejati bukan dilihat dari jumlah tabungan di rekeningnya, tapi dilihat dari jumlah yang ia donasikan.”

“Dari buku kita menyerap ilmu yang dituliskan oleh para ulama di masa lalu. Dari buku kita menyerap banyak pengalaman hidup yang dikumpulkan dan dituliskan oleh para penulis. Dari buku kita akan mendapat banyak informasi mengenai fenomena sains yang selama ini belum kita tahu dan layak untuk kita tafakuri.”
 
“Life is temporary. Hidup hanya sementara. Maka manfaatkan dengan sebaik mungkin. Kita berharap kelak kita bisa mempertanggungjawabkan usia kita di hadapan Tuhan dengan pertanggungjawaban sebaik-baiknya.”

==============================

Berikut beberapa quote dari tokoh-tokoh terkenal yang penulis sisipkan dalam buku ini:


“Saya melihat seorang pemecah batu sedang memukul sebongkah batu padas sampai seratus kali tanpa kelihatan retak sedikitpun. Tapi pada pukulan ke seratus satu kali, batu itu pecah menjadi dua. Saya tahu bahwa bukan pukulan yang terakhir itu yang membelah batu, tapi semua pukulan yang sudah dilakukan sebelumnya.” (Jacob Riis, Journalist And Social Documentary)

“If you can dream it, you can do it.” (Walt Disney)

“Kesempatan emas seringkali dilewatkan banyak orang karena selintas terlihat seperti hal yang biasa-biasa saja dan sepele.” (Thomas Alva Edison)

“Ketakutan adalah teman terbaik sekaligus musuh terburuk. Ini seperti api. Jika bisa mengendalikannya itu bisa untuk memasak dan menghangatkan rumah. Sebaliknya jika tidak bisa mengendalikan justru akan membakar dan menghancurkan Anda.” (Mike Tyson)

“Kemakmuran adalah guru yang baik, namun kesulitan dan kekurangan adalah guru yang jauh lebih baik.” (William Hazlitt)

“Barang siapa yang menghabiskan waktu berjam-jam lamanya untuk mengumpulkan harta karena takut miskin, maka dialah sebenarnya orang yang miskin.” (Imam Al Ghazali)

“Dua buah kenikmatan besar yang dilalaikan oleh kebanyakan orang adalah: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

“Hidup itu seperti sepeda. Untuk tetap seimbang kita harus terus bergerak.” (Albert Einstein)

“Sebagian mati namum kemuliaannya tidak mati. Sebagian hidup di antara para manusia sebagai mayat.” (Imam Syafi’i)

“Barang siapa yang mengajak kearah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikit pun dan dari pahala mereka yang mencontohkannya.” (HR. Muslim)

==============================

Pada cover bagian belakang buku, tertera rumus hidup sederhana sebagai berikut:

Untuk urusan makanan, yang kita pentingkan gizi. Bukan lezatnya.
Untuk urusan pakaian, yang kita prioritaskan fungsi, bukan mewahnya.
Untuk urusan rumah, yang kita utamakan nyaman, bukan megahnya.
Untuk urusan kendaraan, yang kita butuhkan efektif, bukan harganya.
Untuk urusan pasangan, yang kita butuhkan perilaku, bukan parasnya.
Untuk urusan rezeki, yang kita butuhkan berkah, bukan jumlahnya.
Untuk urusan ilmu, yang kita butuhkan manfaat, bukan nilai dan gelarnya.

==============================

Over all, buku ini sepertinya menjadikan para anak muda sebagai target marketnya. Sepertinya penulis hendak mengajak jiwa-jiwa muda untuk terus berkarya, jangan stak menjadi manusia-manusia pasif yang ada dan tiadanya tidak berpengaruh pada lingkungan. 

Pokoknya ngga nyesel lah menyisihkan duit buat beli buku ini. Karena sampai anak cucu nanti pun persoalan-persoalan hidup yang terkandung dalam buku ini akan tetap ada.  Jadi setuju banget nih sama Ahmad Rifa'i Rif'an, bahwa buku itu bisa diwariskan, karena dari buku, kita bisa menyerap ilmu yang dituliskan oleh para penulisnya. *tuh kan ternyata kita memang sepemikiran... Hehehehe*

Sekian... Semoga bermanfaat. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar